Sedikit Gimmick Banyak Kerjanya, Itulah Jokowi

Sedikit Gimmick Banyak Kerjanya, Itulah Jokowi
Rian Ernest | KompasTV

Nalar PolitikDibanding Prabowo Subianto atau Sandiaga Uno yang belakangan ikut-ikutan tampil gimmick juga di hadapan publik, tetapi ke-gimmick-an Jokowi tentu masih jauh lebih baik dari keduanya. Jokowi mampu memperlihatkan, sekali-dua kali tampil gimmick itu tak masalah, asal ditopang penuh oleh kerja-kerja nyata di lapangan.

Demikian yang Rian Ernest tegaskan dalam acara Sapa Indonesia Malam bertajuk Berebut Suara Milenial dalam Pilpres, KompasTV, Senin (20/8). Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menyebut kerja-kerja konkret Jokowi harus publik sorot secara utama dari sekadar gimmick­-gimmick-annya belaka. Ini pulalah yang menurut Rian jadi keunggulan sang petahana dari penantangnya, Prabowo-Sandi.

“(Prabowo-Sandi) belum ada bukti konkret. Sandi menjabat belum setahun, lepas. Prabowo pun sudah berapa kali maju Pilres, belum menjabat juga. Misalnya Sandi mengatakan OK OCE akan diangkat ke nasional, tapi di DKI belum kelihatan juga.”

Sementara Jokowi, hemat Rian, jelas tak bisa diragukan lagi kerja-kerja nyatanya. Ada banyak bukti yang bisa orang sajikan dari apa yang selama ini Jokowi lakukan untuk bangsa.

Masalahnya sekarang adalah bagaimana mengemas data-data itu agar menarik dan mudah dicerna. Perkara inilah yang bagi Rian harus jadi satu strategi utama menarik dukungan pemilih, terutama di kalangan milenial.

“Sekarang kan, kalau kita berikan data hanya angka-angka, cenderung kering sekali. Kaum milenial tuh, dengan statistik, mereka gak suka. Memang PR-nya kami di PSI untuk membuat pengemasan itu lebih baik lagi dan lebih mudah dicerna.”

Terlebih posisi Rian sebagai Jubir Tim Pemenangan Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, maka pengemasan bukti-bukti kerja Jokowi menjadi fokus perhatian utamanya. Apalagi, bersama rekan-rekannya yang lain, Rian ditugaskan mengurus konten-konten kampanye ke depan.

“Jadi memang kami akan menggodok bagaimana data yang sudah ada kita komunikasikan dengan kanal-kanal yang lebih enak diserap anak muda. Itu aja sih. Milenial memang suka bukti konkret sih.”

Jokowi-Ma’ruf, Kombinasi Ideal

Meski fokusnya adalah menggaet dukungan kaum milenial, sementara Ma’ruf Amin segmennya bukan itu, tetapi pasangan nasionalis-religius ini, bagi Rian, tetap merupakan kombinasi yang sangat ideal.

“Ini kombinasi dua orang yang sangat menarik. Jokowi dengan segala style-nya. KH Ma’ruf Amin, sosok ulama yang betul-betul dihormati.”

Caleg PSI untuk DPR RI Dapil DKI Jakarta I (Jakarta Timur) ini pun mencontohkan, misalnya selama Pilkada DKI Jakarta 2017 atau Pilpres 2014 yang sudah lalu, kerap ada tensi yang begitu kencang. Dari dua kubu, selalu saja ada diskusi yang tidak ketemu ujung pangkalnya, yang mana hanya menimbulkan kekisruhan dalam prosesnya.

“Nah, kombinasi Jokowi-Ma’ruf Amin ini asyik banget. Ini adalah dua kutub yang akhirnya bisa ditemukan di tengah, saling melengkapi. Itu kelebihan dan keunggulan dibandingkan pasangan Prabowo-Sandi.”

Baca juga: Rian Ernest Jadi Jubir Tim Pemenangan Nasional Jokowi-Ma’ruf

Mengapa Prabowo-Sandi? Pasangan ini, lanjut Rian, selain tidak punya bukti konkret terkait kerja nyata mereka di lapangan, kubunya pun, sampai hari ini, masih sibuk mencari bentuk.

“Dulu aja, misalnya, kaum ulama diajak ijtima. Lalu hari ini tiba-tiba gandeng Sandi. Jadi, ada banyak dari kubu Prabowo ini masih mencari bentuk.”

Contoh lain, tambahnya, kubu ini fokus ke emak-emak. Tetapi di Pilkada DKI Jakarta kemarin, di dalam websitenya soal program OK OCE, istilahnya tinggi-tinggi, kebule-bulean, jauh dari karakter emak-emak zaman now.

“Kubu Prabowo-Sandi ini mencari bentuk terus. Ganti-ganti. Milenial akhirnya mikir, jadi sebenarnya jati diri kamu ini yang mana?”

Terakhir, soal ke-gimmick­-an Jokowi, Rian justru heran mengapa publik harus bertanya-tanya. Padahal Jokowi sedari dulu sudah tampak seperti itu. Itupun ditopang dengan kerja-kerja konkretnya di lapangan.

“Jokowi, bahkan sebelum mau Pilpres berikut pun, dari zaman di DKI, kayaknya beliau tuh memang penggemar musik metal, Metallica. Jadi, sebelum ini semua gimmick-gimmick, juga yang mungkin Sandi lakukan, Jokowi sudah alamiah. Dari zaman dulu pun dia selalu suka Metallica kok. Bedahlah dengan yang lain, yang tak lebih akting belaka.”

*Tonton video selengkapnya di bawah ini:

Tentang Gimmick Jokowi