Sekali Lagi, Pluralisme dan Konsep Bernegara

Pada prinsipnya, perdebatan dasar negara Pancasila sudah selesai. Tinggal selanjutnya teks Pancasila itu kita kontekstualisasikan dalam menjalankan kehidupan berdemokrasi dan bermasyarakat.

Konsep Bernegara

Beberapa tokoh abad 19 seperti John Locke, Thomas Hobbes, JJ Rosseau, dan Montesquieu muncul dengan teori terbentuknya sebuah negara, yakni teori Perjanjian Masyarakat. Teori ini menjelaskan bahwa sebuah negara terbentuk karena semua warga negara mengikat diri dalam suatu perjanjian bersama untuk mendirikan suatu organisasi yang bisa melindungi dan menjamin kelangsungan hidup bersama.

Sejak pasca-kemerdekaan di tahun 1945, bangsa ini telah melewati proses panjang untuk membentuk yang namanya negara. Hal tersebut berangkat dari adanya kesamaan nasib karena terjajah kolonial dan mempunyai tujuan bersama, yakni merdeka dari proses penjajahan. Maka terbentuklah negara ini menjadi Negara Republik Indonesia.

Lebih dari itu, Abdilla Fauzi Achamad (2012) dalam bukunya “Tata Kelola¬†Bernegara dalam Perspektif Politik” menjelaskan bahwa pada prinsipnya manusia membutuhkan lembaga sosial manusia yang paling tinggi dan luas. Berfungsi menjamin manusia untuk memenuhi kebutuhan fisiknya yang melampaui kemampuan lingkungan sosial yang lebih kecil seperti desa dan kota, yakni negara.

Sebab, menurut JJ. Rausseau, tujuan negara ialah membentuk sebuah persamaan dan kebersamaan yang seluruh warga negaranya gunakan. Dalam perkembangan setelah terbentuknya negara, maka selanjutnya adalah menjalankan tujuan bernegara.

Apa tujuan bernegara kita?

Pada konteks keindonesiaan, ada tiga poin utama tujuan kita bernegara. Tujuan-tujuan itu bisa kita tinjau dalam rumusan konstitusi, yakni pembukaan (preaumbule) UUD 1945, bahwa: (1) Mencerdaskan kehidupan bangsa, (2) Mewujudkan keadilan sosial, (3) Melindungi dan memenuhi hak warga negara.

Kalau kita menggunakan pendapatnya Kuntowijoyo bahwa negara adalah kekuatan pemaksa (coercion), sudah menjadi tugas negara untuk memaksakan ketiga poin dari tujuan kita bernegara terwujud. Bahwa negara harus mencerdaskan warga negara dengan pendidikan, keadilan sosial, dan ekonomi secara merata. Serta hak-hak warga negara untuk berekspresi sebagai manusia (human freedom with) mesti negara jamin dan berikan.

Sebab, inilah cita-cita negara ini didirikan dari para pendiri bangsa, selain untuk keluar dari bayang-bayang penjajahan.

Baca juga:
    Latest posts by Nardi Maruapey (see all)