Sekolah Diliburkan, Wisata Diramaikan

Sekolah Diliburkan, Wisata Diramaikan
┬ęTirto

Sekolah diliburkan, wisata diramaikan. Mungkin itu adalah kalimat yang tepat untuk situasi Indonesia sekarang. Dengan meyebarnya virus corona di pelbagai dunia (termasuk Indonesia), segala antisipasi diupayakan dalam rangka mencegah tersebarnya virus corona.

Di Indonesia, beberapa aktivitas mulai dari dilakukan di rumah masing-masing, sampai diliburkan untuk beberapa hari ke depan. Salah satunya yaitu diliburkannya sekolah-sekolah di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi tersebarnya virus corona.

Namun yang mengherankan adalah, hanya peserta didik saja yang diiburkan, sedangkan guru masih biasa masuk seperti biasanya. Saya sebagai orang awam justru bertanya-tanya, apakah virus corona hanya bisa tersebar bagi peserta didik? Sedangkan guru tidak punya potensi untuk terpapar virus corona? Atau bagaimana?

Jika memang guru bisa terpapar virus corona, sudah selayaknya mereka juga mendapatkan hak untuk berlibur juga. Jika memang tujuan diliburkannya sekolah sebagai bentuk antisipasi terhadap menyebarnya virus corona. Kecuali, memang diliburkannya sekolah agar peserta didik mendapatkan liburan tambahan sebelum datangnya bulan puasa.

Dan yang lebih parah menurut saya, tujuan diliburkannya sekolah adalah agar peserta didik melakukan aktivitas di rumahnya saja. Tidak melakukan interaksi langsung dengan orang lain. Karena dikhawatirkan akan terkena virus corona.

Namun, liburan sekolah tersebut digunakan untuk berlibur, berwisata, jalan-jalan dan lain sebagainya, yang mana itu adalah kegiatan di luar rumahnya. Hal ini bisa dilihat bahwa setelah diliburkannya sekolah banyak siswa maupun siswi yang mengunjungi wisata, mall, dan tempat-tempat hiburan lainnya.

Saya sebagai orang awam makin bertanya-tanya lagi terhadap kebijakan pemerintah terkait antisipasi corona. Kalau memang pemerintah menginginkan diliburkannya sekolah agar siswa tidak keluar rumah, lalu mengapa pemerintah tidak menutup wisata maupun tempat hiburan yang ada di Indonesia? Lalu untuk apa sekolah diliburkan, toh juga para siswa tetap beraktivitas di luar rumahnya.

Baca juga:

Jika pertimbangan pemerintah tidak menutup wisata dan tempat hiburan karena tempat tersebut akan mengalami kerugian, apakah pemerintah tidak takut dengan diliburkannya sekolah membuat peserta didik lebih banyak bermain daripada belajar? Ya memang benar walaupun sekolah libur SPP tetap berjalan, tapi kan kita tahu bahwa bukan itu subtansi dari sekolah.

Jadi untuk mengantisipasi tersebarnya virus corona, jika sekolah diliburkan, yo tempat wisata dan hiburan juga diliburkan. Jadi waktu libur tersebut benar-benar digunakan secara maksimal, yaitu untuk beraktivitas di rumah sehingga dapat mencegah tersebarnya virus corona.

Namun jika ternyata berkumpul-kumpul seperti di tempat wisata, pasar, tidak menyebabkan tersebarnya virus corona, maka sekolah harus segera diberangkatkan. Agar peserta didik bisa kembali berproses belajar di sekolahnya masing-masing.

Muchammad Mugiono
Latest posts by Muchammad Mugiono (see all)