Semangat Islam Nusantara

Semangat Islam Nusantara
Ilustrasi: NU Online

Nalar WargaSedang terjadi serangan besar-besaran pada Islam Nusantara, sepertinya. Yang menyedihkan adalah karena para penyerang menggunakan prasangka yang tidak benar pada Islam Nusantara. Alih-alih mengkritik secara konstruktif, yang muncul justru fitnah receh yang tak bermutu.

Salah satu kesalah-pahaman itu adalah menganggap bahwa Islam Nusantara adalah suatu paham yang semangatnya anti-Arab. Justru Islam Nusantara muncul dengan semangat pengakuan pada perbeda-bedaan budaya Islam di masing-masing tempat.

Islam Nusantara berpijak pada prinsip bahwa manusia hidup tidak bisa dilepaskan dari lingkungan sosio-kultural tertentu yang memengaruhi cara pandang masing-masing individu. Bukankah Islam sendiri datang tidak dalam ruang kosong?

Menurut Asghar Ali Engineer, penulis teologi pembebasan dalam Islam (Islam dan Teologi Pembebasan), Islam datang sebagai respons pada kondisi dan budaya masyarakat yang tidak adil dan diskriminatif. Karena itu, kata dia, semangat Islam adalah mendorong keadilan dan melawan diskriminasi.

Sejak awal Islam tak bicara pada ruang hampa, melainkan merespons konteks. Dan konteks bisa berubah dan berbeda di masing-masing tempat dan zaman.

Bagaimana Islam bisa relevan di setiap tempat dan zaman yang berbeda? Inovasi dan reformasi adalah jalannya. Fleksibilitas dibutuhkan.

Islam sebagai suatu nilai diterjemahkan dalam beragam ekspresi Islam. Tanpa pengakuan pada keragaman, yang akan terjadi adalah benturan terus-menerus dan pada akhirnya akan membuat agama ini musnah. Mengakui keragaman eskpresi Islam-lah yang akan menyelematkan.

*Saidiman Ahmad

Semangat Islam Nusantara

Artikel Terkait:

    Warganet

    Pengguna media sosial
    Warganet

    Latest posts by Warganet (see all)