Semoga Anda Mendapat Hidayah

Semoga Anda Mendapat Hidayah
Rina Nose, Marshanda, & Tania Nadira

Nalar WargaApakah Anda sering mendapat ucapan “Semoga Anda mendapat hidayah”? Saya sering sekali. Orang Jawa Timur bilang: suuueerrriiing sekali.

Saya sering berpikir, emangnya si “hidayah” selama ini hilang, ya, nggak pulang-pulang, sehingga banyak orang yang bilang, “Semoga Anda mendapat hidayah”?

Saya berpendapat, yang ini agak serius, orang yang hobi bilang “Semoga Anda mendapat hidayah” itu sejatinya adalah orang-orang yang sedang mengidap penyakit “keangkuhan teologis” yang jika dibiarkan berlarut-larut sampai stadium 4, ia bisa memosisikan diri sebagai Tuhan itu sendiri sebagai “Sang Pemberi Hidayah”.

Lho kok bisa? Bisa dong. Karena dengan pernyataan itu berarti ia merasa “sudah mendapat hidayah” dari Tuhan, sementara orang lain “belum mendapat hidayah” dari Tuhan. Ge-er amat rika mbok.

Dari mana kita tahu kalau kita sudah mendapat “hidayah” dari Tuhan? Apakah kalau sudah berjilbab berarti sudah mendapat hidayah? Apakah kalau sudah berjubah, terus sudah mendapat hidayah?

Kalau sudah berjenggot, terus mendapat hidayah? Kalau sudah bercadar, otomatis sudah mendapat hidayah? Kalau sering ke masjid, terus by default sudah mendapat hidayah?

Nanti dulu. Belum tentu. Islam itu tidak semungil yang kau imajinasikan. Berislam itu tidak sesimpel yang kau bayangkan. Cakrawala keberislaman itu tidak sesempit lubang hidung kalian.

Kita sudah benar-benar berislam atau belum, tidak ada yang tahu. Apakah keberislaman kita sudah sesuai dengan juklak dan juknis Tuhan, juga tidak tahu. Semua adalah misteri. Hanya Tuhan yang tahu.

Oleh karena itu, banyak alim-ulama besar yang lebih memilih diam, tawadlu, dan tidak berani “menggurui” keimanan dan keagamaan orang lain karena mereka tahu status mereka sendiri di hadapan Tuhan masih sangat misterius.

Jadi, mari kita doakan orang yang gemar mengucapkan “Semoga Anda mendapat hidayah” itu mendapat hidayah, sehingga tidak mudah mengobral hidayah ke orang lain. Serahkan “hidayah” itu kepada si empunya, yaitu Tuhan. Cebong mana paham yang ginian

*Sumanto Al Qurtuby

___________________

Artikel Terkait:
Warganet