Semua Bisa Kena Pasal Ngaco di RKUHP

Semua Bisa Kena Pasal Ngaco di RKUHP
©MI

Nalar Politik – Tunggal Pawestri membangkitkan perlawanan warga atas RKUHP. Melalui petisinya bertajuk Presiden Jokowi, Jangan Setujui RKUHP di Sidang Paripurna DPR; Semua Bisa Kena, aktivis HAM ini menilai DPR dan pemerintah hendak membuat aturan hukum pidana yang ngaco.

Apa ngaruhnya sih buat gue? Kalau kamu mikir gitu, cek dulu deh apakah kamu termasuk orang-orang ini. Karena di revisi KUHP, orang-orang ini dianggap kriminal, ” tulis Tunggal, Kamis (19/9).

Ada 8 (delapan) poin yang Tunggal cantumkan sebagai ancaman nyata bahwa semua bisa kena. Di antaranya sebagai berikut:

  1. Korban perkosaan: bakal dipenjara 4 tahun kalau mau gugurin janin hasil perkosaan.
  2. Perempuan yang kerja dan harus pulang malam: kena denda Rp1 juta.
  3. Pengamen: kena denda Rp1 juta.
  4. Tukang parkir: kena denda Rp1 juta.
  5. Gelandangan: kena denda Rp1 juta.
  6. Disabilitas mental yang ditelantarkan: kena denda Rp1 juta.
  7. Jurnalis atau netizen: bakal dipenjara 3,5 tahun kalau mengkritik presiden.
  8. Yang paling parah, kita bisa dipidana suka-suka dalam bentuk kewajiban adat kalau dianggap melanggar hukum yang hidup di masyarakat.

“Coba, hukum yang hidup di masyarakat itu apa? Gak jelas! Rumusan di RKUHP pun tidak pasti, dan juga pemerintah mengakui belum punya penelitian soal ini loh! Gak benar banget, kan?”

Lalu, terkait koruptor, Tunggal menyesali karena hukuman bagi yang memperkaya diri sendiri dibuat seringan mungkin; dari yang sebelumnya 4 tahun menjadi penjara 2 tahun saja.

“Kok bisa sih mereka bikin undang-undang absurd gitu?”

Saatnya Melawan Bersama

Meski demikian, ia optimis bisa mencegah pengesahan revisi KUHP ini di Rapat Paripurna DPR RI. Presiden diharapkan bisa menolak memberi persetujuan untuk revisi KUHP yang absurd ini.

“Yuk, kita minta Presiden Jokowi untuk tidak menyetujui revisi KUHP dalam sidang paripurna pengesahannya!”

Ia mengingatkan, semua warga tidak bisa cuek terhadap persoalan ini. Karena siapa pun bisa dipenjara.

“Saya, kamu, keluarga kita, teman-teman kita, gebetan kita, semua bisa kena.”

Maka hanya ada satu jalan tersisa untuk ini, yakni menandatangani petisi dan menyebarkan sebanyak-banyak ke media sosial. Tunggal ingin tagar #SemuaBisaKena viral agar Presiden Jokowi dan DPR membatalkan revisi KUHP.

“Waktu kita gak banyak. Dulu kita bisa gagalkan undang-undang yang bisa bikin pengkritik DPR dipenjara. Sekarang kita juga masih punya kesempatan untuk gagalkan revisi KUHP yang ngaco ini.”

Baca juga: