Serangan Fajar dan Harapan yang Pupus

Serangan Fajar dan Harapan yang Pupus
©Kominfo

Money Politic atau yang akrab di telinga kita dengan istilah “Serangan Fajar” merupakan suatu fenomena yang telah menjamur dalam dunia politik. Segala bentuk pemberian yang tak hanya berupa uang tunai juga dalam bentuk barang dan jasa yang hanya memberikan harapan semu kepada penerima serangan disebabkan ketidaktahuan mereka tentang akibat dari “jual-beli suara” yang dilakukan oleh politisi dengan konstituen ataupun tim sukses dengan calon pemilih.

Serangan fajar inilah yang menjadi induk dari tindak pidana korupsi. Oknum poliTIKUS kotor yang pandai menyuarakan janji tetapi lalai dalam memberikan bukti. Merekalah yang menjadi sebab harapan rakyat pupus dan memudarnya kepercayaan terhadap lembaga tinggi yang mengatasnamakan perwakilan rakyat.

“Lebih baik saya ambil uangnya saja. Karena, tidak na perhatikan ji kami,” ungkapan masyarakat yang acap kali terdengar. Ini akibat kurangnya transparansi dari yang katanya wakil rakyat.

Pernyataan seperti juga sempat disampaikan salah seorang yang menghadiri agenda kampanye seorang calon anggota legislatif dari partai demokrat.

“Saat itu saya anggota DPR di Dapil 7 Pasangkayu selama 2 periode anggaran yang kami pegang saat itu 10 miliar setiap tahunnya yang merupakan hak rakyat yang semestinya dibagikan kepada rakyat. Sudah seharusnya masyarakat tau ini, anggaran pokok 7 miliar dan anggaran perubahan 3 miliar,” ucap salah satu calon anggota legislatif, Hj. Andi Andriani yang akrab dengan panggilan “Ite”.

“Setiap tahunnya 10 miliar garis bawahi. Kalo cuma sekali dua ratus ji lagi yang rugi siapa? Apa pun bentuknya barang ataupun uang tunai tetap hitungan serangan kalau hanya sekali dalam 5 tahun. Kalau kita mampu bersatu dan menolak hal ini bersama maka perubahan dan perbaikan akan kita wujudkan bersama,tambah Ite.

Memang betul apa yang disampaikan oleh Ite, analogi sederhananya seperti saat kita datang ke sebuah kios membeli sebungkus rokok dengan membawa uang seharga rokok tersebut lalu Anda membayarnya. Apakah pemilik toko menuliskan nama Anda dalam daftar bon?

Tentu tidak. Karena hitungannya lunas sama halnya serangan fajar, hanya sebatas event pemilu saja setelah itu “Lo, Gue, End. Tiada dusta di antara lita lo ngatain gue pembohong, pendusta, dan lain-lain emang gue pikirin hehehehe”.

Baca juga:

Sebenarnya siapa yang mesti kita salahkan? Mari jadikan ini bahan renungan, narasi ini saya tulis bukan untuk menjadi sebab menambahnya ketidakpercayaan rakyat terhadap perwakilan ataupun pemimpinnya. Melainkan sebagai self reminder untuk kita semua, yang pastinya dalam kontestasi pemilu atau pesta demokrasi 14 Februari mendatang jadilah pemilih cerdas, tolak segala bentul politik uang.

Sebelum nyoblos, ada 4 (Empat) Hal yang perlu Bro Sis ketahui. Empat hal ini sangat penting Bro Sis ketahui sebelum memutuskan mendukung salah satu calon anggota legislatif maupun calon presiden di bulan februari nantinya.

 Jangan sampai sekali berbuat kesalahan dalam mengambil keputusan, menyesalnya sampai lima tahun. Simak keempatnya sebagai berikut:

1. Jangan coblos caleg atau capres yang bagi-bagi uang. 

Ada caleg yang suka bagi-bagi uang. Bahkan lebih parahnya, para amplovers mereka sudah tahu betul punya kursi apa ga nantinya di DPR dengan uang yang mereka keluarkan. Kantongi uangnya do’ tapi, janganmi ko pilih (heuheuheu) biar kapok. “Lah iya udah dikasih kok. Anggap aja utang periode kemaren….” .

Caleg yang suka bagi-bagi duit biasanya kalau ”Sudah Jadi” jangan sesekali berharap bantuan akan turun. Itu disebabkan anggaran yang diperoleh telah dilempar ke daerah lain disebabkan anggaran tersebut telah laku saat jual-beli dengan MAFIA PROYEK. Cara melawannya menurut saya seperti itu. Ya, ini  juga bisa menjadi usaha memerangi praktek money politic yang dimulai dari lingkungan kecil kita, lingkungan keluarga.

2. Jangan pilih caleg atau capres yang memiliki rekam jejak korupsi.

Bro Sis janganki pilih  caleg, capres mantan koruptor. Untuk perubahan & perbaikan alangkah lebih baiknya memberi kesempatan kepada politisi yang berkualitas dan memiliki semangat juang melawan korupsi.

Baca juga:

3. Coblos Caleg asli dari Dapilmu.

“Loh, kok gitu yu?”  tanya seorang teman. “Namanya juga wakil rakyat yo seharusnya putera-puteri  terbaik daerah kita toh” . Caleg asli putera-puteri daerah yang bermukim di tengah-tengah kita tersebut so pasti tahu masalah sosial yang dialami masyarakat.

4. Pahami apa yang kita dan orang- orang disekitar kita butuhkan.

Untuk menjadi pemilih cerdas, dan lebih rasional kita wajib mengetahui apa kebutuhan kita dan orang-orang disekitar kita butuhkan. Setelahnya, pemilih dapat mencermati program dan gagasan yang ditawarkan oleh caleg tersebut .

Demikian Bro Sis perlu tau, btw  pemilu udah deket loh…

”Februari 2024 Ingat tanggal 14 (Empat Belas) Ingat 4 (Empat), Pasti Tepat”.  – Cak Santos (Komunitas Barisan Ite untuk Mamuju Lebih Baik).

Wahyu Santoso
Latest posts by Wahyu Santoso (see all)