Serentak Rayakan HUT RI 72, Kelompok LGBT Yogyakarta Titip Asa pada Negara

Nalar Politik  Kelompok LGBT Yogyakarta ikut menyemarakkan perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) dalam rangka memperingati hari kemerdekaan ke-72, Kamis, 17 Agustus 2017.

Berlangsung di halaman gedung Dwipari, Jalan Tamansiswa, Kota Yogyakarta, kelompok yang kerap termarginalkan di lingkungan masyarakat ini merayakannya secara serentak, melibatkan seluruh komponen LGBT Yogyakarta.

Terlihat di lokasi, sekitar pukul 08.00 WIB, mereka sudah berkumpul. Beberapa perwakilan dari kelompok LGBT yang datang, di antaranya Ikatan Waria Yogyakarta (Iwayo), Pesantren Waria Al-Fatah, People Like Us Satu Hati (Plush), dan Youth Forum PKBI DIY.

Dari busana yang mereka pakai tampak semarak. Ada yang memakai batik, ada juga kebaya dan bersanggul. Semua bercorak warna merah putih.

Menurut YS Buchori, salah seorang anggota dari Pesantren Al-Fatah, dirinya mengaku punya persiapan khusus dalam rangka menyambut perayaan HUT RI ke-71 ini. Dia mengaku sewa kebaya dan perlengkapan rias secara khusus, sehingga mereka tampil seragam dalam upacara.

“Ini khusus untuk upacara kemerdekaan,” ujarnya sebagaimana dilansir Media Indonesia, Kamis (17/8/2017).

Prosesi

Sekitar pukul 09.30 WIB, upacara peringatan kemerdekaan RI pun dimulai. Seperti lazimnya, mereka juga memulainya dari detik-detik proklamasi, pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila, pembacaan UUD 1945, dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.

Adapun inspektur upacara adalah Shinta Rati, pemimpin Pondok Al-Fatah. Ia pun mengaku bangga bisa memimpin peringatan bersejarah ini.

“Sebagai warga yang cinta tanah air, hari ini kita berkumpul merayakan upacara kemerdekaan. Saya sangat mengapresiasi kehadiran kawan-kawan semua. Saya berharap tahun depan lebih ramai dan terkoordinasi,” tandasnya.

Mario Pratama, yang berlaku sebagai komandan upacara, berharap bahwa dengan adanya upacara serentak oleh LGBT di Yogyakarta ini, negara bisa mengetahui bahwa LGBT uga warga negara yang cinta tanah air, punya hak yang sama sebagai warga negara, dan setara dengan warga-warga lainnya.

“Kami warga negara harusnya diperlakukan sama,” pungkasnya.

___________________

Artikel Terkait:
    Redaksi
    Latest posts by Redaksi (see all)