Siapa Lebih Terbuka: PDI Perjuangan atau Prabowo?

Siapa Lebih Terbuka: PDI Perjuangan atau Prabowo?
┬ęKompas

Siapa Lebih Terbuka: PDI Perjuangan atau Prabowo?

Ada yang memberi pujian tinggi pada Prabowo Subianto karena dianggap membuka diri dan berusaha merangkul kelompok yang dulu menjadi lawan politiknya.

Salah satu peristiwa yang dianggap fenomenal adalah kunjungannya ke kantor DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pujian ini makin meninggi ketika Golkar dan PAN bergabung dengan Gerindra dan PKB mengusung Prabowo sebagai calon presiden.

“Semua ini adalah bukti bahwa Prabowo terbuka menerima siapa saja,” kata mereka.

Pada saat yang sama, sikap Prabowo ini dianggap kontras dengan PDI Perjuangan. PDI Perjuangan dianggap tertutup bahkan menyeleksi partai yang hendak mendekat. Pada pokoknya PDI Perjuangan dianggap dikucilkan partai-partai besar karena sikapnya yang tertutup.

Prabowo dianggap merangkul, PDI Perjuangan memukul. Kira-kira begitu narasi yang mereka bangun.

Satu hal yang fundamental dan mungkin tidak disadari adalah bahwa PDI Perjuangan merupakan pemenang Pemilu legislatif dan presiden sekaligus. Partai inilah yang sebenarnya merangkul Gerindra dan Prabowo masuk ke dalam koalisi pemerintahan padahal mereka sebelumnya berhadapan.

PDI Perjuangan merangkul lawan politik setelah mereka menang Pemilu. Merangkul Gerindra dan Prabowo atau tidak, tidak akan membuat posisi PDI Perjuangan sebagai pemenang Pemilu menjadi batal.

Sementara Prabowo, tindakan merangkul yang dia lakukan adalah dalam rangka memperluas dukungan untuk masuk ke kekuasaan. Bagi yang sedang maju dalam pemilihan, adalah hal yang sangat wajar jika dia mencari dukungan seluas-luasnya. Itu bukan soal dia terbuka atau tidak, tetapi memang seharusnya begitu.

Baca juga:

Sikap terbuka atau tidak, berjiwa merangkul atau tidak, bukan ditentukan di masa kampanye penggalangan massa. Karakter itu justru dibuktikan di luar masa pemilihan umum.

Ada juga yang memuji dan menganggap Prabowo legowo masuk ke dalam kabinet musuh politiknya. Itu bukan sikap legowo. Legowo itu artinya mengakui keunggulan lawan di hari pertama Anda terlihat kalah, bukan malah sujud syukur seolah-olah menang dan kirim massa ke Bawaslu.

Diajak jadi menteri sih siapa yang nolak?

Prabowo Sujud Syukur

Saidiman Ahmad
Latest posts by Saidiman Ahmad (see all)