Siapa Sih Raja Juli Antoni Itu?

Siapa Sih Raja Juli Antoni Itu?
Sekjen PSI, Raja Juli Antoni (Foto: @psi.or.id)

Nalar WargaTiba-tiba Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bro Raja Juli Antoni, jadi pusat perhatian. Ya, itu terjadi setelah konfrontasinya dengan petinggi Partai Gerindra, Fadli Zon.

Tapi, siapa sebenarnya Bro Raja Juli Antoni itu?

Ayahnya adalah aktivis Muhammadiyah yang total mengabdikan diri untuk dakwah dan pelayanan umat. Saat masih bocah, Bro Raja Juli Antoni sering duduk mendampingi ayahnya menerima sesama aktivis Muhammadiyah di rumahnya, di Pekanbaru, Riau.

Ketika masih ingusan itu, ia sudah terbiasa menyimak rapat dan diskusi serius mengenai masalah dakwah, kesejahteraan umat, hingga pendidikan.

Lalu, ia merantau ke Pulau Jawa dan sebagian masa remajanya dihabiskan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut. Seorang sahabatnya, Firman Arief, mengenang bahwa Bro Raja Juli Antoni dekat dengan pendiri pesantren itu, KH Muhammad Miskun Asy-Syatibi.

“Dia salah satu santri yang paling dekat dengan Babeh. Maklum, ketika santri lain pulang ke rumah, dia tetap di pondok yang lagi sepi. Ya, seperti para perantau lainnya. Ditambah karakternya yang berani, tidak gampang ciut menghadapi Babeh yang suka mengejar, menguji argumen para santri,” tulis Firman di akun Facebook-nya.

Selanjutnya, Bro Toni menyelesaikan S-1 di UIN Jakarta. Ia menulis skripsi berjudul Ayat-ayat Jihad: Studi Kritis terhadap Penafsiran Jihad sebagai Perang Suci.

Selain berkilau di dunia akademis, ia juga terkenal sebagai aktivis. Saat kuliah di UIN Jakarta, ia menjadi Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Lulus S-1, Bro Toni mendapatkan beasiswa master ke Bradford University, Inggris, dan menyelesaikan tesis berjudul The Conflict in Aceh: Searching for a Peaceful Conflict Resolution Process.

Pada 2005-2009, Bro Toni didapuk menjadi Direktur Eksekutif MAARIF Institute, sebuah lembaga kajian dan advokasi yang memperjuangkan Islam yang damai, progresif, serta rahmatan lil alamin.

Kelar dari Inggris, pada 2010, Bro Toni meraih beasiswa untuk kuliah di University of Queensland, Australia, dan menyelesaikan program Ph.D dengan disertasi berjudul Religious Peacebuilders: The Role of Religion in Peacebuilding in Conflict Torn Society in Southeast Asia yang mengambil studi kasus Mindanao (Filipina Selatan) dan Maluku.

Jadi, Bro dan Sis, pria ceking ini punya bekal lebih dari cukup di dunia aktivisme dan intelektual.

*Partai Solidaritas Indonesia

___________________

Artikel Terkait: