Sikap atas Kemenangan Prabowo-Gibran

Sikap atas Kemenangan Prabowo-Gibran
©Arab News

Sikap atas Kemenangan Prabowo-Gibran

Dalam wawancara ini, Ex-general Prabowo Subianto set to win Indonesian presidential race, saya menyatakan bahwa pemenang pemilihan presiden kali ini adalah Prabowo-Gibran. Salah satu faktor utamanya adalah economic voting di mana preferensi politik pemilih dipengaruhi oleh evaluasi mereka pada kinerja pemerintah.

Namun, hasil pemilihan presiden ini patut diwaspadai. Indonesia akan dipimpin oleh salah satu figur utama dari rezim otoritarian Orde Baru. Figur ini memiliki rekam jejak berdarah selama Orde Baru.

Di ujung masa rezim, figur ini sekuat tenaga berusaha mempertahankan Soeharto bahkan dengan menculik para aktivis demokrasi. Ada dugaaan, sang figur juga ada di balik kerusuhan di tengah gerakan reformasi 1997-1998.

Kita menerima hasil kehendak umum rakyat yang terekam dalam hasil pemilihan presiden ini dengan sikap waspada. Konsolidasi demokrasi harus terus berjalan dengan atau tanpa kepemimpinan tokoh reformis. Apakah itu mungkin? Mungkin.

Caranya adalah dengan mendorong perimbangan kekuasaan. Harus ada kekuatan politik penyeimbang di luar istana. Partai-partai yang berseberangan politik dengan pemenang mestinya tetap di luar pemerintahan.

Kalau itu tidak terjadi, maka kekuatan civil soviety harus didorong agar lebih independen dan tidak terkooptasi kekuasaan. Civil society harus menjadi suara moral sebagai kekuatan pengontrol kekuasaan.

Media, NGO, mahasiswa, kampus, dan komunitas sosial harus terus tumbuh, kuat, independen, dan kritis.

Baca juga:

Sebuah rezim demokratis muncul dan bertahan sering kali bukan karena pemimpin tertingginya punya karakter demokratis, tapi karena sistem dan lingkungan politik yang membatasi sepak terjang politiknya. Komitmen demokratis bisa dibentuk dan ditumbuhkan melalui perimbangan kekuasaan dan masyarakat sipil yang kuat.

Selamat untuk Prabowo dan Gibran. Kami akan mengawasi.

Saidiman Ahmad
Latest posts by Saidiman Ahmad (see all)