Sikap Investor di Pasar SBN Cenderung Beragam

Sikap Investor di Pasar SBN Cenderung Beragam
©Katadata

Market News – Sikap investor di pasar SBN (Surat Berharga Negara) cenderung beragam. Di akhir pekan, penutupan harga obligasi pemerintah ini cukup variatif. Para investor kembali merespons beragam dari sentimen yang hadir di pasar keuangan global saat ini.

SBN bertenor 1, 3, 5, dan 15 tahun, misalnya, ramai dikoleksi oleh investor. Hal ini ditandai dengan menguatnya harga dan turunnya imbal hasil (yield).

Sebaliknya, SBN berjatuh tempo 10, 20, 25, dan 30 tahun cenderung dilepas. Perilaku ini ditandai dengan melemahnya harga dan naiknya yield.

Data dari Refinity menunjukkan, SBN bertenor 3 tahun menjadi yang paling besar pelemahan yield-nya hari ini, yakni turun 6,9 basis poin ke level 3,626 persen. Berkebalikan dengan SBN yang berjatuh tempo 20 tahun yang memiliki penguatan 4,3 basis poin ke level 7,067 persen.

Sementara itu, yield SBN berjatuh tempo 10 tahun yang merupakan yield acuan obligasi negara kembali menguat 1,1 basis poin ke level 6,393 persen.

Yield berlawanan arah dari harga sehingga turunnya yield menunjukkan harga obligasi yang sedang menguat, begitu sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin sendiri setara dengan 1/100 dari 1 persen.

Diketahui, sepanjang pekan ini, pelaku pasar keuangan cenderung dibuat khawatir dengan adanya varian baru virus korona, yakni Omicron dari Afrika Selatan. Meski demikian, di pasar SBN, ada yang cenderung mengabaikan sentimen tersebut, meski tak jarang pula dengan sikap yang berbeda-beda.

Baca juga: