Sikap Kita terhadap Kasus Kebocoran Data Privasi Pengguna Facebook

Sikap Kita terhadap Kasus Kebocoran Data Privasi Pengguna Facebook
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pendiri Facebook Mark Zuckerberg

Nalar WargaApa sikap kita terhadap kasus kebocoran data privasi pengguna Facebook yang sedang bikin heboh dunia?

Kita review sedikit. Adalah Cambridge Analityca, lembaga konsultan politik yang memanen data dari 50 juta profil pengguna FB untuk kepentingan kampanye Donald Trump saat pemilihan presiden di Amerika beberapa waktu lalu.

Ini adalah skandal besar. Saham Facebook anjlok 6,7 persen di bursa saham hanya dalam 2 hari setelah skandal ini terungkap.

Seorang staf Cambrigde Analytica mengungkap, mereka menambang data dari pengguna apps (aplikasi) yang terkoneksi dengan Facebook. Jangan-jangan kalian juga pernah mengisi kuis-kuisan yang untuk loginnya diminta lewat profil Facebook. Kalau iya, hati-hatilah, dari sana, data pribadi kalian bisa disedot.

Hal-hal apa saja yang kalian sukai, warna apa yang kalian suka, suka traveling ke mana saja, juga oritentasi politik kalian adalah bekal bagi korporasi besar dan politikus untuk memasarkan produk dan jasanya kepada target yang tepat.

Benar, peristiwanya terjadi di Amerika, saat pemilihan presiden yang dimenangkan Donald Trump. Sejauh ini, Facebook diam, tidak menyangkal, dan ternyata mungkin dimanfaatkan oleh business yang terkait dengan Steve Bannon, dan menantunya Trump yang mengepalai program pemenangan media sosialnya Trump.

Dan kita yakin, politikus yang menggunakan jasa data mining, yang dicampur dengan hoax dan berita palsu demi mendulang suara, tentu tidak hanya Donald Trump.

Ini bisa sekali terjadi di Indonesia. Bahkan, tanda-tandanya sudah ada sejak Pilkada DKI degan terindikasi penyebaran hoax secara terstruktur. Saya tidak mau berspekulasi.

Sulit berharap DPR RI sekarang memahami permainan ini. Tetapi, bahwa RI punya orang yang mengetahui bahaya permainan data di media sosial dan perlu bersikap kepada Facebook akan hanya datang dari partai generasi muda yang mengerti persis masa depan media sosial dan pengganti media sosial nantinya.

Saya, Daniel Tumiwa, memang hidup di dunia ini. Semua dari kalian juga adalah yang paling tahu mengenai kegunaan media sosial. Ini dunianya kita: orang muda.

Tinggal kita mendapat kesempatan bertemu dan berdiskusi. PSI akan bisa membuka wawasan Generasi Next dan sekaligus menentukan model media next mana yang cocok untuk bisa membuat Indonesia maju, sejahtera. Sama-sama, yuk!

*Daniel Tumiwa

___________________

Artikel Terkait: