Siksaan Rindu

Siksaan Rindu
©Unsplash

Mata makin mantap pada makan
Usai subuh menidurinya di tengah kelam
Kemerdekaan rasa yang memenjarakan
Aku di tengah samudra rindu

Kapan kau bertanya aku menari
Oleh riuh rasa yang sudah jadi lumut
Di tengah karang penyiksaan batin
Tertikam bisa kata manismu

Merdeka bagiku adalah siksa
Sekali merdeka tetap tertancap
Panah beralasan tampa syarat
Menembus sukma lalu mengaduh

Esok engkau akan menerima undangan
Dari kuburan tempat hutang rindu berteduh
Tampa binar untuk siapa harus disampaikan.

Musim Air Mata

Aliran air yang begitu deras
Kering begitu gegas seirama kedipan mata
Mangkir sudah asing bagimu
Di tengah karuan hati yang setia melawat lara
Tapi bukan baru tandang
Itu sudah jadi musiman bagi kami

Kuburan juga lelah bekerja
Menerima wajah yang belum waktu untuk mampir
Menyimpan cerita yang direbut usai
Termakan virus bernomor 19

Hari ini semilir membawa kabar baru
Dibarat sedang bermain nasibku
Dengan hadiah penjamin bahagia
Bersama syarat-syarat cipta kerja baru

Mereka malu-malu bermain untuk nasibku
lalu mematikan mikrofon suara kebijaksanaan
anak negri pembawa pesanku
dengan tanya tak meraut jawab

tapi aku sudah dewasa bersama lara
air mata yang jadi mata air
terbawa tangkai waktu
titipan nenek moyang sejak belia

mainlah nasibku dengan kata-kata
tapi besok aku panahkan kataku
agar keringat cepat kau pahami
kataku juga beracun.

Penyair

Bukan bahasa jadi isyarat
Aku di tuding pencuri segumpal kata
Tempat huruf-huruf buta bertandang
Temukan bahagia usai dikawinkan

Bukan suara membawa berita
Aku gila bermain imajinasi
Tertawa tak bertemu lucu
Dan Menangis tak menyimpan derita

Tapi,,
Aku adalah penyihir kata untuk kau kenali
Agar asing tak tampak bagimu dan bagi mereka
Kataku adalah makanan dan suaraku adalah minuman
Bersama waktu sahabat jalanan

Esok tanyamu akan bertalu padaku
Maukah kau kawin denganku?

Tawa dan canda sudah jadi candu
Karena tubuhku adalah kertas-kertas putih
Membenam Sukma bernama tinta
Untukku tidur di lumbung pandai.

Latest posts by Alexander Wande Wegha (see all)