Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Ulumanda Apresiasi Sikap Maman Suratman

Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Ulumanda Apresiasi Sikap Maman Suratman
Ketua Sipamanda, Aldi Tandeallo

Nalar Politik – Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Ulumanda (Sipamanda) mengapresiasi sikap Maman Suratman. Sebagaimana dinyatakan Aldi Tandeallo selaku Ketua Sipamanda, kontribusi mahasiswa Yogyakarta asal Mamuju tersebut patut dibanggakan.

“Ia ikut memperjuangkan perbaikan jalan di Ulumanda, Majene, Sulawesi Barat. Sekalipun Maman bukan orang Ulumanda, tetapi ia turut menyuarakan perbaikan daerah kami lewat tulisan,” ungkap Aldi melalui rilis persnya kepada redaksi, Sabtu (4/7).

Sayangnya, disesali Aldi, sikap yang Maman tunjukkan melalui tulisan itu kebanyakan disalahpahami. Alih-alih mendukungnya, dugaan ujaran kebencian yang katanya terkandung dalam tulisan mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Polman tersebut justru dijadikan alasan pelaporan ke kepolisian.

“Tentu kami menghormati supremasi hukum yang berlaku. Bila benar adanya delik, maka kita serahkan ke pihak yang berwajib. Tetapi, menurut kami, cuitan Maman adalah satire (kritik berupa sindiran) yang tidak mesti dibuat gaduh,” jelas Aldi.

Meski demikian, lanjut Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) ini, pihaknya sangat mengecam jika perihal itu hanyalah bentuk kriminalisasi. Baginya, tak boleh adalah pengekangan kebebasan berpendapat sebagai elemen mendasar dalam iklim demokrasi.

“Yang kami cemaskan adanya kriminalisasi karena desakan masyarakat. Ini sangat mengancam kondisi demokrasi yang telah diperjuangkan mati-matian oleh pendahulu kita, para aktivis 98,” sesal Aldi.

Ia pun kemudian mengajak masyarakat agar tidak mengaitkan kasus Maman Suratman ini dengan isu suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA). Bahwa poin utama dari kritiknya yang harus disorot, bukan gaya penyampaiannya.

“Ini bisa dipelintir oleh para politisi. Akhirnya tulisan yang dikirim oleh Maman Suratman tentang perbaikan nasib Ulumanda tidak diperhatikan. Justru membesar-besarkan padahal itu, kan, satire,” tutupnya.

Baca juga: