Sosialisme Itu Apakah Suatu Kemustahilan?

Sosialisme Itu Apakah Suatu Kemustahilan?
©Investopedia

Orang terbiasa menganggap sosialisme tidak mungkin terlaksana. Karena mereka berpikir manusia tidak memiliki kualitas moral yang dituntut oleh sebuah masyarakat sosialis.

Ada kekhawatiran bahwa, di bawah sosialisme, kebanyakan orang tidak akan menunjukkan semangat yang sama dalam melaksanakan tugas dan kewajiban. Misalnya dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari dalam tatanan sosial berdasarkan kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi.

Dalam masyarakat kapitalis, setiap individu tahu bahwa ia sendiri yang akan menikmati hasil kerjanya. Bahwa penghasilannya bertambah atau berkurang sesuai dengan besar-kecilnya produktivitas kerjanya.

Dalam masyarakat sosialis, setiap individu berpikir tidak ada ketergantungan besar pada efisiensi kerjanya. Karena ia sudah mendapat porsi pekerjaan yang tetap. Hasil akhir keseluruhan tidak akan berkurang jauh akibat kemalasan satu orang.

Seandainya, seperti yang ditakuti, keyakinan itu menjadi keyakinan umum, produktivitas tenaga kerja di komunitas sosialis menurun jauh.

Keberatan yang diajukan terhadap sosialisme benar-benar masuk akal. Tetapi itu tidak menyentuh inti permasalahan. Seandainya masyarakat sosialis dapat memastikan hasil kerja setiap individu sebagaimana perhitungan ekonomi kapitalis, pelaksanaannya tidak akan tergantung pada niat baik setiap individu. Dalam batas-batas tertentu, masyarakat akan berada dalam posisi untuk menentukan jatah hasil total (total output). Itu harus dialokasikan pada setiap pekerja berdasar tingkat kontribusinya terhadap produksi.

Apa yang membuat sosialisme tidak dapat terlaksana justru kenyataan bahwa perhitungan semacam ini tidak mungkin dalam sebuah masyarakat sosialis. Dalam sistem kapitalis, perhitungan profitabilitas (keuntungan) merupakan panduan. Ini menunjukkan kepada individu apakah perusahaan tempat ia bekerja harus, dalam situasi tertentu, layak beroperasi. Atau, apakah perusahaan itu dijalankan seefisien mungkin, yaitu berdasarkan biaya paling kecil dalam hal faktor-faktor produksi.

Jika suatu usaha terbukti tidak menguntungkan, ini berarti bahwa bahan baku, barang setengah jadi, dan tenaga kerja yang dibutuhkannya dipekerjakan oleh perusahaan lain untuk tujuan yang, dari sudut pandang konsumen, lebih mendesak dan lebih penting. Atau untuk tujuan sama, tetapi dengan cara lebih ekonomis (misalnya, dengan pengeluaran modal dan tenaga kerja lebih kecil).

Ketika, misalnya, tenun tangan tidak lagi menguntungkan, ini menandakan bahwa modal dan tenaga kerja yang digunakan untuk menenun dengan mesin menghasilkan produksi (output) yang lebih besar. Oleh karena itu tidak ekonomis untuk berpegang pada metode produksi di mana modal dan tenaga kerja yang sama menghasilkan produksi yang lebih kecil.

Dalam merencanakan sebuah perusahaan baru, seseorang dapat menghitung terlebih dulu apakah perusahaan itu dapat dibuat menguntungkan dan dengan cara bagaimana. Jika, misalnya, seseorang berniat membangun jalur kereta api, ia bisa, dengan memperkirakan lalu lintas yang diharapkan dan kemampuan penggunanya untuk membayar tarif angkutan, menghitung apakah modal dan tenaga kerja untuk usaha itu akan menguntungkan.

Jika hasil perhitungannya menunjukkan bahwa proyek kereta api yang direncanakan itu tidak menjanjikan keuntungan, ini sama saja dengan mengatakan bahwa ada pekerjaan lain yang lebih mendesak untuk modal dan tenaga kerja dibandingkan dengan yang diperlukan oleh proyek kereta api itu. Dunia belum cukup kaya untuk membiayai pengeluaran semacam itu.

Tetapi perhitungan nilai dan profitabilitas (keuntungan) sangat menentukan. Tidak saja saat muncul pertanyaan apakah suatu usaha akan dimulai; perhitungan itu mengontrol setiap langkah yang diambil pengusaha dalam menjalankan bisnisnya.

Perhitungan ekonomi kapitalis, yang memungkinkan produksi rasional, didasarkan pada perhitungan moneter. Hanya karena harga semua barang dan jasa di pasar dapat dinyatakan dalam bentuk uang, maka semua harga, sekali pun beragam, dapat dimasukkan ke dalam perhitungan yang melibatkan unit-unit pengukuran yang homogen.

Latest posts by Lalik Kongkar (see all)