Sosiologi Islam: Struktur dan Kultur Masyarakat Muslim

Menurut Ali Syariati, logika klasifikasi kelas atau struktur masyarakat yang di bangun oleh Karl Marx tidak kuat dan bahkan mencampuradukkan antara kriteria tertentu sehingga mengacaukan klasifikasi tahap perkembangan sosial dalam masyarakat.

Tiga yang dikacaukan dari cara pandang Karl Marx adalah bentuk hak milik, bentuk hubungan kelas, dan bentuk alat produksi. Kemudian, Karl Marx mebuat tahap-tahap perkembangan sosial dan terjadi perubahan di dalamnya, menurut Ali Syariati hal tersebut didasarkan pada:

1) Sosialisme Primitif. Periode ini menjelaskan masyarakat hidup secara kolektif dan berdasarkan kesamaan,

2) Perbudakan. Periode ini masyarakat dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas yang dipertuankan dan kelas budak. Hubungan disini tergambarkan pemilik dan yang dimiliki.

3) Perhambaan. Periode ini masyarakat ada dipihak pemilik tanah dan satunya ada dipihak para hamba. Walaupun, pihak hamba telah terbebaskan dari perbudakan. Namun, pihak hamba tetap terikat pada tanah garapannya,

4) Feodalisme. Suatu cara produksi yang didasarkan atas pertanian dan pemilik tanah. Dalam batas-batas tertentu pemilik tanah merupakan yang dipertuankan (menikmati kekuasaan politik atas massa petani)

5) Borjuasi. Pemilik modal dan kelakuan yang terkait dengan kepemilikan tersebut.

6) Perkembangan penuh borjuasi dan industri. Kapital semakin bertumpuk dan konsentrasi produksi pada industri besar. Akibatnya, nasib buruh tergantung pada kapitalis.

Baca juga:

7) Jumlah kapitalis semakin menipis, sedangkan kekayaan semakin membengkak. Industri dan capital terus mengembang. Hal tersebut membuat kaum proletar semakin tertindas. Akan tetapi, bersamaan dengan itu pula mereka semakin kuat. Persaingan dialektis antara kubu terpecah, yang berakhir dengan kemenangan proletar. Tidak ada lagi sistem milik pribadi atas industri dan kapital.

Menurut Ali Syariati, klasifikasi perkembangan peradaban manusia dan proses pembentukan struktur dalam masyarakat dengan kerangka teori dari Karl Marx yang telah di paparkan kurang mencerminkan ciri khas masing-masing. Semisal, pada tahan pertama dan ketujuh sebenarnya memiliki kesamaan yang berkaitan tentang kepemilikan bersama, orientasi sosialisme.

Kemudian, pada tahap kedua, ketiga, keempat, kelima, dan keenam memiliki kesamaan yang berkaitan tentang proses penumpukan kepemilikan pribadi, orientalisme kapitalis. Oleh sebab itu, menurut Ali Syari’ati tahap-tahap perkembangan sosial itu hanyalah substruktur dari superstruktur dalam kategori struktur Habil dan Qabil.

Gibran Zahra