Stratak HMI Menyongsong Era Industri 4.0

Stratak HMI Menyongsong Era Industri 4.0
LinkedIn

Stratak HMI sudah seharusnya menjadi road map dalam menghadapi era industri 4.0.

Perkembangan ilmu pengetahuan sudah makin pesat dalam mewarnai kehidupan sejarah umat manusia yang ditandai dengan munculnya berbagai kecanggihan teknologi di berbagai bidang. Kemunculan teknologi ini merupakan bentuk rasa syukur manusia terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri.

Dunia akhirnya mengenal yang namanya bidang industri untuk pertama kalinya lewat sebuah penemuan penting dari seorang James Watt (1736 – 1819) yang menemukan dan mengembangkan mesin uap. Penemuan ini kemudian menjadi dasar sekaligus cikal bakal lahirnya sebuah teknologi baru yang dikenal oleh kita dengan sebutan revolusi industri yang terjadi di Inggris. Fenomena ini terjadi pada abad ke-18 yang kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Revolusi Industri sampai saat ini telah mengalami perkembangan, mulai dari era industri generasi pertama, industri generasi kedua, industri generasi ketiga, dan sekarang yang sedang kita hadapi adalah era industri generasi keempat atau yang kita kenal industri 4.0.

Dalam bukunya, Prof. Klaus Martin Schwab, teknisi dan ekonom Jerman, yang juga pendiri dan Executive Chairman World Economic Forum, The Fourth Industrial Revolution (2017), menyebutkan bahwa saat ini kita berada pada awal sebuah revolusi yang secara fundamental mengubah cara hidup, bekerja dan berhubungan satu sama lain. Perubahan itu sangat dramatis dan terjadi pada kecepatan eksponensial.

Revolusi Industri menandai terjadinya titik balik besar dalam sejarah dunia, hampir setiap aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh Revolusi Industri, khususnya dalam hal peningkatan pertumbuhan penduduk dan pendapatan rata-rata yang berkelanjutan dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Selama dua abad setelah Revolusi Industri, rata-rata pendapatan per kapita negara-negara di dunia meningkat lebih dari enam kali lipat.

Indonesia sebagai sebuah negara pada posisi ini mau dan tidak mau harus menghadapi ini sebagai sebuah harapan dan juga sebagai tantangan, apalagi negara kita yang populasi penduduknya terbanyak keempat di dunia setelah China, Amerika Serikat, dan India dengan jumlah yang paling banyak adalah generasi muda.

Apalagi wacana yang yang sedang dibangun untuk sekarang itu juga “Bonus Demografi” untuk kaum muda bangsa ini. Maka Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang keberadaannya di Indonesia dan berperan sebagai organisasi perjuangan serta notabene anggotanya adalah kaum muda (Mahasiswa) sehingga menjadi sesuatu yang komplet dan riil kalau era industri 4.0 dihadapi sebagai bentuk perjuangan, baik secara organisatoris maupun etis.

Apalagi kader HMI secara aspek pengetahuan sudah dapat dikatakan baik dan mantap sudah selayaknya bisa menghadapi era ini. Lalu apa strategi dan taktik HMI dalam merespon revolusi industri 4.0?

Sejarah Revolusi Industri dan Perkembangannya

Revolusi Industri merupakan fenomena yang terjadi antara tahun 1750-1850 di mana terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi serta memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia. Revolusi Industri dimulai dari Britania Raya dan kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Bermula dari penemuan mesin uap, mesin sederhana ini kemudian diaplikasikan dalam berbagai mesin yang dapat memperbanyak produksi barang di Eropa. Perkembangan yang juga tidak kalah cepatnya adalah sektor transportasi, komunikasi, dan keuangan Eropa.

Revolusi Industri dimulai pada akhir abad ke-18, di mana terjadinya peralihan dalam penggunaan tenaga kerja di Inggris yang sebelumnya menggunakan tenaga hewan dan manusia, yang kemudian digantikan oleh penggunaan mesin yang berbasis menufaktur.

Periode awal dimulai dengan dilakukannya mekanisasi terhadap industri tekstil, pengembangan teknik pembuatan besi dan peningkatan penggunaan batubara. Ekspansi perdagangan turut dikembangkan dengan dibangunnya jalan raya atau perbaikan jalan raya dan rel kereta api.

Munculnya revolusi industri ini tentu tidak terlepas dari perkembangan ilmu pengetahuan yang puncaknya pada abad ke 16 sehingga melahirkan para ilmuwan seperti Francis Bacon, René Descartes, Galileo Galilei serta adanya pengembangan riset dan penelitian dengan pendirian lembaga riset seperti The Royal Improving Knowledge, The Royal Society of England, dan The French Academy of Science.

Tentunya kemunculan revolusi industri mempunyai latar belakang yang di antaranya:

  1. Situasi politik yang stabil Adanya Revolusi Agung tahun 1688 yang mengharuskan raja bersumpah setia kepada Bill of Right sehingga raja tunduk kepada undang-undang dan hanya menarik pajak berdasarkan atas persetujuan parlemen.
  2. Inggris kaya bahant ambang. Britania Raya berlimpah bahan tambang seperti batu bara, biji besi, timah, dan kaolin. Di samping itu, wol juga yang sangat menunjang industri tekstil.
  3. Adanya penemuan baru di bidang teknologi dan banyaknya penemuan baru yang dapat mempermudah cara kerja dan meningkatkan hasil produksi, misalnya alat-alat pemintal, mesin tenun, mesin uap, dan sebagainya.
  4. Kemakmuran di Britania Raya Kemakmuran di Inggris raya adalah akibat majunya pelayaran dan perdagangan sehingga dapat menyediakan modal yang besar untuk bidang usaha. Di samping itu, di Inggris juga tersedia bahan mentah yang cukup karena Inggris mempunyai banyak daerah jajahan yang menghasilkan bahan mentah tersebut.
  5. Pemerintah memberikan perlindungan pada hak paten perlindungan kepada hak paten oleh pemerintah Inggris mendorong kegiatan penelitian ilmiah lebih dikembangkan. Terlebih lagi setelah dibentuknya lembaga ilmiah Royal Society for Improving Natural Knowledge maka perkembangan teknologi dan industri bertambah maju.
  6. Arus urbanisasi Gaung banyaknya penemuan baru mengakibatkan arus urbanisasi di Inggris naik tajam. Hingga arus urban yang besar akibat Revolusi Agraria di perdesaan mendorong pemerintah Inggris untuk membuka industri yang lebih banyak agar dapat menampung mereka.

Perkembangan Revolusi Industri merupakan sebuah perubahan radikal yang mengubah tatanan kehidupan sosial kehidupan masyarakat dan negara yang berdampak luas, baik di bidang ekonomi, sosial budaya, dan politik. Revolusi industri sendiri adalah sebuah revolusi ekonomi yang terjadi pertama kali di Inggris.

Awal Revolusi Industri memang kurang jelas, tetapi T.S. Ashton menulisnya kira-kira 1760-1830 dan tidak ada titik pemisah dengan Revolusi Industri II pada sekitar tahun 1850, ketika kemajuan teknologi dan ekonomi mendapatkan momentum dengan perkembangan kapal tenaga-uap, dan rel.

Dengan begitu, perkembangan revolusi industri pada hasilnya adalah bagaimana mesin lebih bekerja untuk melakukan sesuatu. Perkembangan revolusi industri ini berlanjut sampai hari ini, yakni era industri 4.0.

Industri 4.0; Tantangan dan Harapan

Jika kita berbicara sejarah industri dan perkembangannya, tentu tidak lepas dari yang namanya teknologi. Setiap kemajuan teknologi pasti berefek langsung kepada industri yang ada.

Industri dan teknologi memang bidang yang berbeda, namun memengaruhi satu sama lain. Ketika ada penemuan teknologi baru, bidang industri pasti akan maju untuk melengkapinya.

Revolusi industri sudah beberapa kali mengalami perubahan dari waktu ke waktu hingga sekarang ini. Pada revolusi Industri 1.0, tumbuhnya mekanisasi dan energi berbasis uap dan air menjadi penanda. Tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin.

Mesin uap pada abad ke-18 adalah salah satu pencapaian tertinggi. Revolusi 1.0 ini bisa meningkatkan perekonomian yang luar biasa. Sepanjang dua abad setelah revolusi industri, pendapatan per kapita negara-negara di dunia meningkat enam kali lipat.

Revolusi Industri 2.0 perubahannya ditandai dengan berkembangnya energi listrik dan motor penggerak. Manufaktur dan produksi massal terjadi. Pesawat telepon, mobil, dan pesawat terbang menjadi contoh pencapaian tertinggi.

Perubahan cukup cepat terjadi pada revolusi Industri 3.0. Ditandai dengan tumbuhnya industri berbasis elektronika, teknologi informasi, serta otomatisasi. Teknologi digital dan internet mulai dikenal pada akhir era ini.

Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan berkembangnya Internet of/for Things yang diikuti teknologi baru dalam data sains, artificial intelligent atau kecerdasan buatan, robotik, cloud, cetak tiga dimensi, dan teknologi nano.

Sehingga memasuki era industri 4.0 ini, bagi HMI secara khusus, merupakan harapan dan juga tantangan. Pertama, harapan yang kemudian terbangun adalah fenomena era industri 4.0 bisa menjadi motivasi untuk memperbaiki pola pikir, dan bisa menjadi ajang mencari dan memperbanyak pengetahuan kaum muda muslim.

Kedua, tantangannya adalah tentu dengan revolusi industri 4.0 ini akan semakin sulit persaingan antara kita Indonesia dengan negara-negara lain yang memang sudah maju dari segala aspek, sehingga timbul pertanyaan “kita mampu atau tidak?”

Stratak HMI Menghadapi Era Industri 4.0

Teknologi dan perkembangannya merupakan sebuah keharusan yang harus dihadapi oleh seluruh umat manusia, begitu juga dengan umat Islam. Seperti ayat Alquran surat Ar-Rahman 33:

“Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) langit dan bumi lintasilah. Kamu tidak akan dapat menembusnya melainkan dengan ilmu pengetahuan.”

Kemudian dalam Alquran, “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.” (QS. Al-Baqarah : 164).

Sehingga tidak ada alasan untuk menghindar dan tidak terlibat dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggihnya.

HMI yang berasaskan Islam dan berperan sebagai organisasi perjuangan yang di dalamnya semua anggota HMI adalah anak muda Islam yang tentu punya kekuatan (power) yang masih sangat ideal. Jadi ada hubungan strategis saat mengkonsepkan suatu bentuk perjuangan dengan anak muda. Dua hal yang tidak bisa dilepas pisahkan.

Dari situlah HMI sudah seharusnya sudah memiliki strategi dan taktik yang mantap sebagai road map dalam menghadapi era industri 4.0 ini. Strategi dan taktik yang harus ditunaikan sebagai berikut:

Pengembangan SDM

Sumber Daya Manusia (SDM) perlu dikembangkan dari segala aspek, terutama pendidikan dalam menjawab tantangan era industri 4.0 ini karena pengembangan SDM adalah modal utama.

Menghadapi era modern yang penuh dengan lajunya arus globalisasi yang didominasi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini mengharuskan HMI membentuk manusia Indonesia menjadi manusia yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual di HMI maupun untuk masyarakat Indonesia, terutama generasi muda demi memperbanyak pengetahuan terutama tentang perkembangan di era industri dengan mengadakan training-training di bidang teknologi dan perindustrian. Kemudian HMI melalui kader-kadernya harus tetap menjadikan membaca, diskusi, kajian dan menulis sebagai budaya anak HMI

Penguasaan Digital

Kemajuan digital telah memasuki sendi-sendi kehidupan kita. Olehnya itu, perlu untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilannya untuk memahami penggunaan teknologi Internet of things atau mengintegrasikan kemampuan Internet dengan lini produksi di industri.

HMI melalui kader-kadernya harus mampu untuk berinovasi untuk mengembangkan dan memanfaatkan kecanggihan teknologi digital ini. Misalkan dalam rangka membuat media dengan konten-konten menarik, mengembangkan perekonomian mahasiswa Islam dengan memakai digital dan sebagainya.

Implementasi Konsep NDP

Nilai Dasar Perjuangan di HMI adalah sebuah ideologi yang digunakan untuk melihat dunia atau pandangan dunia (world view).

Dalam NDP, kader HMI bagaimana bisa memaknai tentang Tuhan, Manusia, dan Alam dari sisi Iman, Ilmu, dan Amal. Olehnya itu, mengimplementasikan konsep NDP dalam konteks kehidupan diera industri adalah sebuah keharusan.

Penutup

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia sebagaimana revolusi generasi pertama melahirkan sejarah ketika tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin. Salah satunya adalah kemunculan mesin uap pada abad ke-18 dan berlanjut sampai sekarang di mana digital bisa bekerja menyelesaikan semuanya.

Saat ini yang menjadi fokus anak bangsa adalah mengembangkan ilmu pengetahuannya dan mampu untuk menguasai teknologi digital secara baik. Oleh karena itu, HMI sebagai harapan umat dan bangsa harus mampu menjadi platform dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks ini.

Nardi Maruapey
Nardi Maruapey 2 Articles
Mahasiswa Universitas Darussalam Ambon | Kader HMI Cabang Ambon