Strategi Meningkatkan Semangat Belajar Siswa di Sekolah

Strategi Meningkatkan Semangat Belajar Siswa di Sekolah
Wall Street Journal

Dunia sekolah merupakan berkumpulnya para anak-anak seumuran. Aktivitas sekolah merupakan aktivitas yang menyenangkan apabila aktivitas tersebut memang menyenangkan bagi peserta didik.

Karena satu-satunya alasan adanya sekolah adalah karena adanya peserta didik atau murid yang berasal dari berbagai latar belakang keluarga.

Latar belakang keluarga yang berbeda menandakan bahwa setiap orang memiliki perbedaan. Ini harus dipahami setiap lembaga pendidikan dalam meningkatkan semangat belajar peserta didiknya.

Pendekatan dan strategi yang dapat digunakan pendidik dalam menumbuhkan semangat belajar juga harus sesuai dengan latar belakang para peserta didiknya. Sering kali kesalahan dalam pendekatan yang digunakan adalah semua dipukul rata sama dengan satu strategi untuk semua siswa.

Mengingat pendidikan sangat penting untuk manusia, maka pendidikan harus merupakan perhatian khusus dalam kehidupan manusia. Biaya pendidikan yang mahal tidak sedikit berefek pada kurangnya semangat pendidikan.

Selain semangat pendidikan, problematika keluarga yang di bawah ke dalam dunia pendidikan merupakan satu problematika tersendiri dalam memengaruhi semangat belajar siswa (peserta didik).

Sadar atau tidak, lancar dan tidaknya proses pendidikan berlangsung sangat dipengaruhi oleh semangat belajar pelaku pendidikan itu sendiri, salah satunya adalah semangat belajar para peserta didik.

Mengingat perkembangan dasawarsa akhir-akhir ini, perkembangan dan kemajuan kehidupan manusia dengan teknologi internet sangat memengaruhi semangat belajar para siswa. Mereka tampak lebih menyukai game daripada pendidikan di sekolahan.

Problematika pendidikan seperti itu sudah sangat umum dalam keluhan pelaku pelaksanaan pendidikan dewasa ini. Kurang fokusnya peserta didik, penggunaan internet semakin tinggi dari para siswa, karena memang anak muda dan peserta didik lebih suka menghabiskan waktu dengan internet daripada belajar di sekolah.

Untuk itu, sebagai pendidik, perlu memiliki beberapa strategi untuk menumbuhkan semangat belajar siswanya. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan sebagai berikut:

(1) Melakukan pendekatan secara personal. Hal ini lebih berarti dan membawah efek lebih baik daripada secara bersamaan dengan kawan-kawan siswa secara massal.

(2) Memahami setiap yang menjadi kesukaan, aktivitas dari para siswanya. Sehingga dapat menyesuaikan media pembelajaran yang digunakan dalam proses pendidikan.

(3) Menjadi pendidik yang berpengertian dan menyenangkan bagi siswa-siswinya. Bagaikan orangtua siswa tanpa melihat dan membeda-bedakan, selalu menjadi pendengar yang baik dari setiap keluhan para peserta didik.

(3) Selalu men-support apa pun yang dilakukan siswanya. Jika yang dilakukan sesuatu yang tidak menyenangkan, maka harus dinasihati di lain waktu dengan bahasa yang memberikan semangat, tidak menyinggung perasaan, dan membunuh mental siswa.

Itulah beberapa strategi atau taktik yang dapat digunakan para pelaksana pendidikan dalam meningkatkan semangat belajar siswa di sekolah.

Ingat bahwa setiap manusia memiliki pengalaman, cara pendekatan, dan penyelesaian berbeda-beda. Maka, sebagai pendidik, kita harus berani memberikan contoh yang baik (guru digugu lan ditiru).

Menjadi seorang guru/pendidik yang dapat membuahkan semangat belajar siswa adalah guru yang sangat berjasa dan tidak mungkin dilupakan semasa hidup peserta didiknya.

Menjadi guru yang dapat meningkatkan semangat siswa adalah keinginan setiap pendidik. Dan memang, untuk menjadi guru yang menyenangkan di mata siswa, dapat dikatakan gampang-gampang susah. Karena ini berhubungan dengan kemampuan dan keahlian seorang pendidik.

Di satu siswa mungkin menyenangkan, namun siswa yang lain tidak. Ini adalah umum dalam dunia pendidikan. Maka diperlukan rombakan dan perbaikan agar tidak lebih parah lagi.

Budaya bahwa guru/pendidik harus didewakan oleh muridnya harus diusahakan untuk tidak menjadi doktrinisasi yang dapat menghalangi perkembangan peserta didik.

Dalam dunia pendidikan, semestinya yang dikenal adalah saling membantu dan membutuhkan, bukan antara raja dan perajurit atau raja dan juragan dan karyawan.

Pendidikan tidak dapat memenuhi output yang memuaskan apabila dalam dunia pendidikan tidak ada proses yang menyenangkan di antara para pelaku pendidikan. Saling membutuhkan, saling melakukan, dan harmonis adalah awal dari proses untuk mencari tujuan yang menyenangkan.

Kontributor NP
Kontributor 82 Articles
Kontributor Nalar Politik