Sugesti tentang Perspektif mengenai Sebuah Penyakit

Sugesti tentang Perspektif mengenai Sebuah Penyakit
©Anadolu Agency

Sugesti tentang Perspektif mengenai Sebuah Penyakit

Manusia memiliki rentang hidup tidak lebih dari 60-70 tahun. Rata-rata umur manusia hanya sampai pada klasifikasi angka tersebut. Hanya orang-orang tertentu yang dapat hidup melebihi klasifikasi angka itu.

Dalam rentang waktu tersebut, manusia memiliki potensi untuk dihinggapi berbagai jenis penyakit. Penyakit adalah suatu kondisi di mana tubuh manusia rentan menjadi lemah dan daya tahan tubuh menurun akibat dari adanya kegiatan makhluk mikroorganisme seperti bakteri, virus dan makhluk sejenis lainnya yang hidup di dalam tubuh manusia sebagai parasit tunggal maupun parasit yang bersifat kolektif. Adanya faktor lain yang menyebabkan penyakit itu muncul yaitu adanya sel-sel asing yang muncul tanpa disadari lalu menyerang sistem imun tubuh dan organ tubuh tertentu secara diam-diam.

Penyakit juga berkaitan dengan keadaan emosi seseorang dan tidak terlepas dari adanya semangat hidup seseorang yang mengidap suatu penyakit. Kekuatan mental sangat berpengaruh dalam menghadapi suatu penyakit.

Seseorang yang mengidap penyakit seharusnya menghilangkan imajinasi dan persepsi umum tentang bahaya penyakit tersebut. Adanya semangat hidup dalam diri seseorang yaitu untuk meningkatkan imun tubuh dalam memperkuat kekebalan daya tahan tubuh agar kuat menghadapi suatu penyakit.

Berbanding terbalik jika seorang pasien yang sudah didiagnosa suatu penyakit lalu seseorang tersebut mengalami depresi dan frustrasi yang hebat akibat adanya budaya persepsi dan imajinasi tentang bahaya suatu penyakit tersebut. Maka secara tidak langsung akan membuat mental seseorang jatuh sehingga menyebabkan imun tubuh menurun dan penyakit yang ia derita semakin tumbuh dengan ganas.

Meskipun kita tidak bisa menolak takdir Tuhan, tetapi setidaknya kita bisa menentukan nasib kita sendiri dengan berjuang melawan suatu penyakit. Saya pun juga pernah mengalami hal yang sama ketika didiagnosa oleh Bidan di Puskemas dan mengatakan bahwa saya mengidap suatu penyakit bernama Hernia.

Setelah saya mengetahui apa yang terjadi di dalam tubuh saya, saya berpikir pesimis seolah-seolah penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Saya tidak menyadari penyakit ini dan setelah itu saya mencoba berfikir positif bahwa apa yang dikatakan Bidan tentang diagnosa itu adalah hal yang tabu karena Bidan tersebut hanya melihat dari gejala yang saya alami.

Baca juga:

Beberapa minggu kemudian saya tidak lagi merasakan sakit pada bagian bawah perut kiri saya. Saya berpikir apa yang dikatakan Bidan tersebut tidaklah benar. Bagi saya itu adalah sebuah sugesti negatif terhadap gejala yang saya alami.

Berbeda lagi dengan penyakit lain yang lebih berat seperti serangan jantung, kanker, tuberkulosis ataupun penyakit lainnya. Mengutip dari buku Penyakit sebagai Metafora karya Susan Sontag, beliau menjelaskan bahwa penyakit adalah sisi gelap kehidupan, yang memberi kewargaan yang lebih menyulitkan.

Menurut Susan Sontag, subjek yang beliau lihat bukanlah penyakit fisik itu sendiri, melainkan penggunaan penyakit sebagai kiasan atau metafora. Maksudnya adalah penyakit bukanlah metafora, dan bahwa cara yang paling jujur tentang penyakit dan cara tersehat untuk menjadi sakit adalah cara yang paling dimurnikan dari pemikiran metafora, paling tahan terhadap pemikiran metafora.

Cara termudah untuk memahami sebuah penyakit adalah tidak melihat penyakit sebagai fantasi yang berbahaya ataupun imajinasi tentang fase-fase menuju kematian. Tidak mudah menghindari perspektif mengenai penyakit ketika sudah terindikasi mengidap suatu penyakit tertentu. Yang perlu dilakukan adalah merubah pola pikir dan kesiapan mengenai sebuah penyakit tersebut.

Sebuah penyakit juga dijadikan ladang bisnis dan dimanfaatkan menjadi sebuah objek perdagangan obat maupun vaksin pada perusahaan farmasi ataupun segelintir elite yang mencoba merampas kebebasan dalam hal kesehatan hidup.

Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai kelengkapan dalam tubuh manusia, termasuk adanya imun tubuh yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai serangan penyakit. Umumnya untuk memperkuat imun atau daya tahan tubuh, maka yang harus dilakukan adalah bergiat rutin melakukan olahraga dan memakan makanan yang kaya akan vitamin dan gizi mutu yang sehat. Ini menandakan bahwa cara alami untuk menjadi sehat adalah melakukan hal-hal yang bersifat natural sebagaimana apa yang telah diciptakan oleh Tuhan di bumi dan seluruh isinya yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh manusia.

Di zaman modern ini lebih tepatnya pada perkembangan dunia medis, para ahli medis maupun ahli pengobatan mayoritas menggunakan bahan campuran kimia dalam membuat obat untuk menangkal sebuah penyakit.

Berbeda dengan zaman dahulu ketika obat-obatan masih tradisional dengan menggunakan tumbuh-tumbuhan sebagai bahan untuk membuat obat dan terbukti efektif menyembuhkan suatu penyakit daripada menggunakan obat-obatan berbahan kimia yang diciptakan oleh industri farmasi di-era modern ini.

Halaman selanjutnya >>>
Farouq Syahrul Huda
Latest posts by Farouq Syahrul Huda (see all)