Surat Perdamaian Mahatma Gandhi kepada Adolf Hitler

Surat Perdamaian Mahatma Gandhi kepada Adolf Hitler
©mehtakyakehta.wordpress.com

Surat Perdamaian Mahatma Gandhi kepada Adolf Hitler

Pada abad ke-20, setiap sudut Eropa terjangkiti bencana yang menyelimuti benua itu selama tiga dasawarsa berikutnya. Ada dua perang dunia, Revolusi Rusia dan perang saudara, penggulingan kekuasaan oleh pengikut Fasis di Italia, naiknya Adolf Hitler ke tampuk kekuasaan, dan holocaust (pembantaian orang Yahudi oleh Nazi).

Selain itu, ada berbagai pemberontakan dan kudeta. Energi gelap yang dipancarkan oleh kebencian, ketakutan, dan ambisi memicu pembunuhan besar-besaran.

Dalam perang dunia I, sekitar 8 juta tentara gugur saat bertugas, 7 juta cacat permanen, dan 15 juta luka parah. Sekitar 5 juta warga sipil tewas karena “sebab-sebab yang dipicu oleh perang”.

Pembunuhan massal kaum Yahudi secara sistematis oleh pasukan Nazi Jerman selama perang dunia II merupakan inti bencana kolosal di panggung Eropa. Orang Yahudi di Eropa terperangkap dalam kancah kebencian dan emosi yang dipicu oleh perang (Gellately, 2011).

Skala bencana yang menerpa Eropa pada perang dunia II tak bisa dibayangkan. Perasaan tenggelam dalam malapetaka dahsyat telah menimbulkan berbagai kerugian dan kebiadaban. Semua itu tak lain akibat dari nafsu segelintir orang akan kekuasaan, terutama yang dilakukan oleh Adolf Hitler dengan partai Nazinya.

Surat Mahatma Gandhi kepada Adolf Hitler

Sejak Nazi Jerman menginvasi Polandia pada 1 September 1939, Eropa mulai memasuki dunia yang kelam, yakni dunia yang penuh dengan peperangan. Perang sudah tidak bisa dihindarkan lagi, perang telah menjadi kenyataan pahit bagi warga sipil yang tidak berdosa.

Dunia pasca perang dunia I yang diharapkan menjadi lebih baik, senyatanya malah jatuh kelubang yang sama. Balas dendam dan kebencian merupakan awal dari segalanya.

Kenyataan yang mengerikan ini kemudian banyak ditanggapi oleh pihak-pihak yang menentang perang dan pembunuhan massal, salah satunya adalah Mahatma Gandhi.

Baca juga:

Sebagaimana diketahui bersama, Mahatma Gandhi atau yang bernama lengkap Mohandas Karamchand Gandhi adalah tokoh spiritual dan pemimpin gerakan kemerdekaan India. Ia dikenal dengan ajaran serta kecintaannya pada perdamaian. Gandhi terus memperjuangkan hak-hak rakyat India dengan menggunakan cara-cara nirkekerasan atau yang disebut dengan Satyagraha (Adryamarthanino, 2022).

Sebagai seorang yang cinta perdamaian dan anti-kekerasan, tentu Gandhi sangat kecewa dengan tindakan Adolf Hitler yang telah membawa dunia kepada peperangan. Oleh karena itu, Gandhi kemudian mengambil sikap untuk memperingatkan Hitler agar secepatnya menghentikan perang melalui surat yang ditulisnya.

Mahatma Gandhi membuat permohonan yang sungguh-sungguh untuk perdamaian. Surat-suratnya pada saat itu berisi ungkapan tentang keyakinannya yang kuat pada nirkekerasan dan cinta kasih (India, 2019).

Meski surat yang ditulis oleh Gandhi terlihat sederhana, tetapi setidaknya melalui suratnya ini Gandhi ingin menunjukkan arti penting tentang nilai-nilai kemanusiaan.

Pada masa awal-awal terjadinya perang dunia II, setidaknya Gandhi telah menulis dua surat untuk Hitler. Surat pertama ditulis pada akhir Juli 1939, ini adalah surat singkat Gandhi yang mengakui bahwa Hitler adalah satu-satunya orang di dunia yang dapat memilih untuk menghentikan perang. Adapun isi surat itu adalah: (LaCasse, 2015)

Sahabat,

“Teman-teman mendesak saya untuk menulis kepada Anda demi kemanusiaan. Tetapi saya telah menolak permintaan mereka, karena merasa bahwa setiap surat dari saya akan menjadi sebuah ketidaksopanan. Sesuatu memberi tahu saya bahwa saya tidak boleh menghitung dan bahwa saya harus memohon untuk apa pun nilainya.

Sangat jelas bahwa Anda hari ini adalah satu-satunya orang di dunia yang dapat mencegah perang yang dapat mereduksi umat manusia ke keadaan biadab. Haruskah Anda membayar harga itu untuk suatu objek, betapapun berharganya bagi Anda? Maukah Anda mendengarkan seruan orang yang dengan sengaja menghindari metode perang bukannya tanpa keberhasilan? Dengan cara apapun saya mengantisipasi pengampunan Anda, jika saya telah melakukan kesalahan dalam menulis kepada Anda”.

MK Gandhi

Baca juga:

Sebulan kemudian, Nazi Jerman menandatangani pakta non-agresi dengan Uni Soviet, pada 23 Agustus 1939, yang diikuti dengan pelanggaran Jerman terhadap Perjanjian Munich dengan menduduki Bohemia dan Moravia. Dan dalam waktu dua minggu setelah penandatanganan perjanjian dengan Uni Soviet, pada 1 September 1939, Jerman menginvansi Polandia. Sejak saat itu Inggris dan Perancis menyatakan perang terhadap Jerman.

Tidak terhalang oleh pecahnya perang dunia II, Mahatma Gandhi kemudian menulis surat kepada Adolf Hitler untuk yang kedua kalinya. Kali ini, Gandhi menulis surat yang lebih panjang di mana Gandhi memperingatkan Hitler bahwa “beberapa kekuatan lain pasti akan meningkatkan metode Anda dan mengalahkan Anda dengan senjata Anda sendiri. Anda tidak meninggalkan warisan kepada orang-orang Anda yang akan mereka banggakan” (LaCasse, 2015).

Dan dalam surat keduanya ini Gandhi masuk pada pokok permasalahan untuk menghentikan perang. “Karena itu, saya mengimbau Anda atas nama kemanusiaan untuk menghentikan perang” (Muhammad, 2020).

Di kedua surat tersebut, Gandhi menyebut Hitler sebagai seorang “sahabat” atau “teman”. Penyebutan ini bukanlah formalitas semata, melainkan karena Gandhi merupakan sosok yang tidak ingin memiliki musuh. Gandhi mengatakan bahwa “urusannya selama 33 tahun adalah untuk mendapatkan persahabatan seluruh umat manusia terlepas dari kasta, warna kulit, kepercayaan, agama, dan ras”. Gandhi kemudian menyebut pendekatan ini sebagai “doktrin persahabatan universal” (OpIndia, 2019).

Daftar Referensi
  • Adryamarthanino. (2022, Mei 9). Mengapa Mahatma Gandhi Disebut sebagai Bapak Kemerdekaan India? Retrieved from kompas.com.
  • Gellately, R. (2011). Lenin, Stalin, dan Hitler (Era Bencana Sosial). Jakarta: Kompas Gramedia.
  • India, T. o. (2019, Oktober 1). Mahatma Gandhi Wrote To Hitler, Allied Forces Over “Savage State” Of War. Retrieved from ndtv.com.
  • LaCasse, A. (2015, April 5). ‘Dear Friend’: Gandhi’s letters to Hitler. Retrieved from csmonitor.com.
  • Muhammad, F. (2020, Juli 13). Surat Gandhi Kepada Hitler Tentang Perdamaian Tak Pernah Sampai. Retrieved from nationalgeographic.grid.id.
  • OpIndia. (2019, Oktober 2). ‘My dear friend’: Read the letters Mahatma Gandhi wrote to Adolf Hitler, the ‘ultimate monster’. Retrieved from opindia.com.
Dimas Sigit Cahyokusumo
Latest posts by Dimas Sigit Cahyokusumo (see all)