Tak Ada Euforia Hari Ini

Tak Ada Euforia Hari Ini
©Pixabay

Seperti hari-hari yang lain
Semua orang menutup pintu dan jendela
Tinggal sudah menyaksikan langit-langit kamar

Setiap waktu tak ubahnya malam-malam yang dingin
Deru angin seperti merapal doa-doa
Menyangsikan keharuan di meja makan

Kita tersuruk dalam raung kita sendiri
Tinggal sudah gamang di gubuk dada

Setelah Kebaktian di Tubuhmu Selesai

Aku gugur ke dalam cinta paling sunyi
Paling dalam dan terjal

Ia membanting seluruh resahku
Pada sekawanan rindu yang sedang merumput dalam dada

Setelah kebaktian di tubuhmu selesai
Aku merenung dalam jenuh paling kumuh

Yang Berjalan di Halaman Ini

Halaman ini penuh duri
Sore yang begitu merah menerka siapa yang paling liar
Hening sesekali melenting disini

Halaman ini adalah pahit yang riuh
Meleburkan berbagai ingatan
Dari jalan percakapan yang tak di mengerti
Sebagian meringkus dengan banyak tetapi

Halaman ini adalah nganga luka
Suara yang sumbang
Yang lain diremukkan
Segala kemungkinan jatuh dari ketinggian

Yang berjalan di halaman ini
Duri dan nganga luka
Adalah cinta yang menghangatkan tubuh kita

Mohammad Latif
Latest posts by Mohammad Latif (see all)