Tak Terfungsikan

Tak Terfungsikan
┬ęPikist

Tak terfungsikan.

Berkendara pulang dia. Sepi jalanan
bikin kian kerontang isi dada, apalagi
kibas angin menerkam segenap kulitnya
menjadi sedingin titanium pada puncak
gunung di mana banyak mata air dan
air mata bisa terminum.

Legam langit malam, menutup semua
rasi bintang di rona mendungnya. Dia
andalkan rokok sebagai pengisi kekosongan
hati meski asap sekali tiup juga bakal sirna,
dan agaknya aku tidak terlalu berbeda
dengan pematik di kantongnya yang tidak
pernah dia pakai untuk menghangatkan diri.

Kobar apiku tidak bisa membakar luluh
dirinya yang sebebal batu opal hitam.

Borjuis Bengis Habis Berbisnis Barang Magis

Kita duduk melingkari perapian
sedang arwah hutan menari riang
dengan busana adat sederhananya
tanpa membawa segala keangkuhan
sewaktu kehidupan masih tergenggam

Kematian bagai melepas cincin sempit
yang mengganggu di lingkar jari tangan
dan kepastian akan tibanya ajal tidak
melenakan para manusia agar berbajik
kepada semua makhluk Tuhan yang unik

Kita malah mencekik mereka habis
seolah leher-lehernya adalah tongkat
yang dicengkram kuat oleh borjuis
bermata teduh pemilik berbagai bisnis
di kota mafia yang magis dan bengis

Namun Sayangnya Mereka Terus Tumbuh

Satu bintang keroja berpijar
di langit sebelum fajar tiba
menyapu debu gelap malam

Kau tatap itu sinar meredup
sebelum sampai jangkau tangan
betul-betul bisa menggenggamnya

Ini membuatmu ingat akan dia
yang datang membawa ilalang
dan pergi menguburkan jantungku
yang bahkan masih hidup berdetak

Mungkin kita salah naiki perahu
dengan lajur laju kurang menentu
mungkin sebaiknya kita bakar
keragu-raguan yang lama mengakar

Selamanya

Sunyi merebah di atas dada
sungai bercucuran lewat mata
di kepala guncang gemuruh
meruntuhkan kepercayaan
atas terpungkirinya janji
kalau kau dan aku bakal
saling bergandeng tangan
sampai jantung kita mogok bekerja

Pencarian

Di atas, di mana rembulan bertakhta
aku melihat keputusasaan lautan
padahal cahayaku selalu menyelimuti
tiap pergerakan gelombang samudra
dengan pelukan lembut sinar kasih

Begitu mungkin orang pencari Tuhan
mereka berusaha memasangkan sayap
di punggung belakang untuk terbang
padahal Gusti Pangeran sudah berefleksi
di dalam cermin ruh tiap insan yang suci

Arham Wiratama
Latest posts by Arham Wiratama (see all)