Tanggapi Kasus Yus Yunus, Mahasiswa Sulbar di Jogja Bikin Pernyataan Sikap

Tanggapi Kasus Yus Yunus, Mahasiswa Sulbar di Jogja Bikin Pernyataan Sikap
©Libertaria

Nalar Politik – Sejumlah mahasiswa Sulbar (Sulawesi Barat) yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar Yogyakarta (IPMPY) dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Majene Yogyakarta (IPMMY) membuat surat pernyataan bersama. Mereka menanggapi kasus yang baru-baru ini sempat menghebohkan masyarakat, yakni kasus pengeroyokan Yus Yunus.

Yus Yunus adalah warga asal Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Pengeroyokannya yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua pada 23 Februari 2020 ini menjadi buah bibir. Hampir semua kalangan masyarakat, khususnya dari daerah Sulawesi, menanggapinya.

Di media sosial sendiri, isu ini akhirnya menjadi viral setelah beredarnya video yang merekam detik-detik aksi pengeroyokan Yus Yunus. Belum lagi pada saat kejadian berlangsung, terlihat sejumlah polisi dengan senjata lengkap tampak tidak berdaya menyelamatkan korban dari amukan massa yang sulit terkendali.

Dalam beberapa konteks, peristiwa ini tentunya mendapat tanggapan yang berbeda-beda dari setiap kalangan masyarakat. Di kalangan mahasiswa, misalnya, tidak sedikit aliansi maupun organisasi daerah yang menunjukkan aspirasinya dalam berbagai hal, baik itu dalam bentuk aksi lapangan maupun dengan mengeluarkan surat pernyataan sikap.

Di Yogyakarta sendiri, IPMPY dan IPMMY telah membuat surat pernyataan sikap bersama yang menghasilkan beberapa poin. Isinya berupa ucapan belasungkawa atas meninggalnya Yus Yunus. Juga, mempercayakan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut serta mengimbau kepada masyarakat untuk bijak dalam merespons peristiwa yang beredar di media social; mengharap tidak mengaitkannya dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Dikeluarkannya surat pernyataan sikap ini semata-mata sebagai salah satu bentuk respons IPMPY dan IPMMY terhadap peristiwa yang terjadi. Hal itu melihat fenomena masyarakat sebagai pengguna media sosial yang aktif dalam menanggapi isu yang beredar.

“Yang menjadi persoalan itu kalau isu hukum dan kriminalitas ini akhirnya dibawa lebih jauh pada isu SARA. Yang dihindari sebenarnya adalah efek dari peran informasi ini; takutnya menjadi konflik yang berkepanjangan,” tutur Yusril, salah satu mahasiswa asal Sulawesi Barat saat mengikuti forum kesepakatan bersama IPMPY dan IPMMY di Yogyakarta, Sabtu, 29 Februari 2020.

Baca juga:

Pembengkakan informasi memang merupakan suatu tantangan tersendiri bagi masyarakat. Informasi dari beragam sumber yang belum tentu terjamin kredibilitasnya menjadi masalah baru yang semestinya mendapat perhatian khusus.

Dalam surat pernyataan tersebut, lebih menekankan imbauan kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial sebagai sarana pertukaran informasi. Meski demikian, tidak mengesampingkan persoalan inti terkait proses hukum yang semestinya menjadi fokus utama kasus ini.

“Pun saat ini kasus sudah ditangani oleh pihak yang berwenang. Pemerintah juga telah merespons kasus ini dengan mengeluarkan surat pernyataan agar kasus tersebut segera diusut tuntas,” tutup Yusril.

Pernyataan Sikap Bersama Mahasiswa Sulbar di Yogyakarta atas kasus pengeroyokan Yus Yunus
Naspadina Naspa
Latest posts by Naspadina Naspa (see all)