Tanpa PDIP, Ganjar Pranowo Tetap Kompetitif

Tanpa PDIP, Ganjar Pranowo Tetap Kompetitif
©Sindo

Nalar Politik – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) kembali membuka temuan terbarunya terkait calon presiden potensial untuk 2024. Melalui survei nasional (updated 21 – 28 Mei 2021), SMRC memperlihatkan sosok Ganjar Pranowo tetap kompetitif meski tanpa PDIP atau tanpa dukungan dari massa/pemilihnya.

“Ganjar dapat menarik pemilih dari partai lain, terutama PKB, Demokrat, partai non-parlemen, pemilih yang belum memilih partai, dan menarik cukup besar dari Golkar dan Nasdem,” jelas SMRC dalam rilisnya hari ini, 13 Juni 2021.

“Ganjar masih unggul tanpa PDIP karena mampu menarik pemilih yang puas dengan kinerja Jokowi di luar PDIP yang jumlahnya sangat besar,” tambahnya menegaskan.

Dalam simulasi pertanyaan semi terbuka untuk pemilihan presiden, elektabilitas Prabowo Subianto memang paling tinggi (21,5 persen). Tetapi ini tidak banyak berubah secara signifikan dalam 7 tahun terakhir menurut temuan SMRC.

“Pasca Pilpres 2019, pada survei Maret 2020 – Mei 2021, yang mengalami kemajuan signifikan hanya Ganjar Pranowo, dari 6,9 persen menjadi 12,6 persen. Yang lainnya tidak berubah signifikan.”

SMRC menjelaskan, ada banyak faktor mengapa orang memilih seorang calon menjadi presiden. Faktor yang elementer adalah psikologi memilih, yakni tahu dan suka dengan yang diketahuinya tersebut.

Meski demikian, tahu saja ternyata tidak cukup. Sebagaimana temuan SMRC, tahu tetapi tidak suka tidak akan berujung ke memilih. Karena itu, suka adalah indikasi lebih mendalam untuk menjelaskan mengapa orang memilih seorang calon.

“Di antara nama-nama yang beredar dan disebut-sebut sebagai bakal calon presiden, yang paling disukai adalah sejumlah nama dengan tingkat kedisukaan tidak berbeda signifikan: Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Ganjar Pranowo, dan Tri Rismaharini. Prabowo dan Anies lebih dikenal, tapi tingkat kedisukaannya lebih rendah.”

SMRC pun kembali membuat simulasi Pilpres pada hari H dengan jumlah calon yang pasti sedikit (2-4 pasangan), di mana hampir semua pemilih akan tahu semua calon.

“Dalam situasi pemilih tahu semua calon yang bersaing di hari H, siapa yang akan mereka pilih?”

Baca juga:

Melalui simulasi 3 calon urutan atas, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto, yang ketiganya sama-sama diketahui pemilih, nama Ganjar unggul jauh, yakni dipilih 43,3 persen, disusul Prabowo 24,4 persen dan Anies 21,7 persen.

“Bila Ganjar tidak dicalonkan, maka persaingan ketat akan terjadi antara Prabowo dan Anies. Perbedaan elektabilitas mereka tidak signifikan.”

Hal lainnya, apabila Ganjar justru dicalonkan partai lain tanpa dukungan pemilih PDIP, dan bersaing dengan Prabowo dan Anies, SMRC menemukan: Ganjar didukung 35,3 persen, sementara Prabowo 30,8 persen dan Anies 25,5 persen.