Teori Kebahagiaan Albert Einstein: Hidup Damai dan Sederhana

Teori Kebahagiaan Albert Einstein: Hidup Damai dan Sederhana
Catatan Albert Einstein tentang kebahagiaan

Siapa tak kenal Albert Einstein? Seorang pemikir brilian yang pernah dimiliki dunia ini, selain ahli dalam mencipta teori-teori fisika, yang pengaruhnya sampai hari ini masih begitu luar biasa, ternyata juga jago dalam hal mencetuskan Teori Kebahagiaan.

Ya, hampir semua orang tahu siapa Albert Einstein, tetapi tidak semua atau banyak orang yang tahu tentang kepiawaiannya dalam mendongkrak hidup seperti apa yang harus dijalani agar bahagia. Ini sama dengan bahwa semua orang ingin bahagia, tetapi tidak semua orang tahu bagaimana cara meraih hidup yang bahagia itu.

Untuk itulah, dalam paparan ini, kami suguhkan apa Teori Kebahagiaan ala Albert Einstein dan bagaimana cara menggunakannya dalam praktik kehidupan sehari-hari.

_______

Diterjemahkan dari video unggahan Ricky Wiraguna bertajuk Note from Albert Einstein, Another Lesson for Life di LinkedIn, terkisah bahwa pada tahun 1922, sang jenius Albert Einstein pernah berkunjung ke Jepang—entah dalam rangka apa.

Sesampainya di hotel tempat ia menginap, seperti biasa, pelayan hotel memberi kode kepada si pengunjung agar diberikan tip sebagai imbalan kepelayanannya. Nahas, Albert Einstein tak punya uang sebagaimana orang-orang kaya menggunakannya sebagai tip.

Bukan si jenius jika Albert Einstein kehilangan akal hanya karena tak punya tip berupa uang. Sebagai gantinya, ia menulis satu Teori Kebahagiaan dan memberi catatan tangannya itu kepada si pelayan.

Kau tahu berapa harga tulisan tangan Albert Einstein itu hari ini? Nilainya fantastis, mencapai 1,5 juta dollar. Dan kau tahu pula apa yang Albert Einstein tulis itu? Berikut ini isi Teori Kebahagiaan si jenius:

A calm and modest life bring more happiness than the constant pursuit of success combined with constant restlessness.

Secara harfiah, rangkaian kata itu bisa kita terjemahkan menjadi: Hidup damai dan sederhana jauh lebih memberi kebahagiaan daripada mengejar kesuksesan berbalut kegelisahan terus-menerus.

Pikirkanlah, si jenius Albert Einstein pernah berkata demikian. Bahwa kehidupan yang damai dan sederhana adalah kunci sebuah kebahagiaan.

Yang terjadi hari ini ini, dunia memaknai kebahagiaan secara begitu kontras dengan apa yang disampaikan Albert Einstein. Tentu sering kita diajarkan bahwa untuk mencapai kebahagiaan, cukup raih ini, lakukan itu, genjot dirimu, kerja keraslah, kemudian itu akan membuatmu jadi bahagia. Benarkah?

Untuk mengujinya, sekarang bayangkan, kamu ingin membeli sebuah arloji atau jam tangan yang baru. Kamu ingin memiliki benda itu karena melihat banyak orang yang menggunakannya terlihat keren dan tampak sangat bahagia.

Pertanyaannya, apakah jam tangan itu benar-benar akan membuat kamu bahagia? Atau kamu akan lebih bahagia jika tak punya hasrat untuk memiliki dan menggunakan jam tangan itu?

Kita juga sering berpikir bahwa rumah besar, mobil mewah nan canggih, serta pujian dan penghargaan merupakan hal-hal yang bisa membuat hidup kita bahagia. Tetapi, seorang aktor ternama Jim Carrey bilang, “Saya berharap semua orang bisa kaya raya dan terkenal agar mereka bisa melihat sendiri bahwa itu bukanlah jawabannya.”

Jadi, mulai hari ini, mari bersama-sama kita ingat apa yang pernah Albert Einstein tuliskan. Berhentilah bekerja keras hanya untuk memburu harapan bahagia di masa depan. Cukup jalani saja cara hidup yang damai dan serba-sederhana. Nikmati segala kebahagiaan yang layak kita dapatkan.

Temukan kedamaian, raih kebahagiaanmu, sekarang juga!

*Simak video lengkapnya di sini: Note from Albert Einstein, Another Lesson for Life

___________________

Artikel Terkait:
Mimin NP
Latest posts by Mimin NP (see all)