Teror Mengganas, Ketegasan Jokowi Menggila, Netizen pun Kian Geram

Teror Mengganas, Ketegasan Jokowi Menggila, Netizen pun Kian Geram
Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari

Nalar PolitikMeledaknya aksi teror mengganas secara beruntun di sejumlah kota, terutama yang terjadi di Surabaya kemarin, Minggu (13/5/2018), membuat risau sejumlah pihak. Tak hanya ketegasan Presiden Jokowi yang tampak menggila, netizen pun kian geram dibuatnya.

Melalui pernyataan terbukanya di Twitter, dengan terang Jokowi menyebut, aksi teror mengganas itu merupakan tindakan pengecut, tidak bermartabat, dan biadab.

“Tindakan terorisme sungguh biadab. Korbannya anggota masyarakat, anggota kepolisian, bahkan anak-anak. Kita akan hancurkan basis pelaku dan para pendukungnya. Terorisme adalah musuh bagi semua agama,” tegas Presiden via @Jokowi.

Dan hari ini, ketegasan Presiden Jokowi itu ditampilkan kembali—sebuah ketegasan yang benar-benar menggila.

“Perlu saya tegaskan lagi, kita akan lawan terorisme. Kita akan basmi sampai ke akar-akarnya,” cuitnya kembali.

Teror Mengganas, Ketegasan Jokowi Menggila, Netizen pun Kian Geram

Ya, Presiden Jokowi jelas sangat prihatin menyimak aksi teror di 3 lokasi Surabaya ini. Semakin aksi teror mengganas, ia pun semakin tak mau kalah. Jokowi perintahkan Kapolri Tito Karnavian untuk segera mengambil langkah tegas dalam penanganannya.

“Tidak ada kompromi dalam mengambil tindakan-tindakan di lapangan untuk menghentikan aksi teroris,” sambungnya.

Di akhir, Jokowi tekankan pentingnya UU Antiterorisme. UU ini, menurutnya, adalah payung hukum yang sangat berarti bagi aparat, bagi Polri, untuk bisa menindak tegas, baik dalam pencegahan maupun dalam tindakan.

“Kalau nanti bulan Juni, di akhir masa sidang ini, (UU Antiterorisme) belum segera diselesaikan, saya akan keluarkan Perppu.”

Sikap Presiden Jokowi ini disambut gegap gempita sejumlah netizen. Bahkan sebagian di antaranya tidak betah berlama-lama lagi untuk menunggu dan menunggu saja. Mereka sudah geram.

“Terlambat menunggu Juni, Pak. Indonesia darutat teroris,” cuit @TheCebongers.

“Sabar. Kita tunggu DPR-RI mengesahkan UU antiteror. Jika tidak disahkan bulan ini, berarti DPR-RI pro-terorisme,” balas @ghonyk4.

“Pak Jokowi, kenapa harus nunggu sampai Juni, Pak? Mau nunggu berapa banyak korban lagi, Pak? Lemes aku, Pak, melihat saudara-saudara kita berlumuran darah,” tambah @Gyoucancallme.

“Kenapa harus menunggu sampai Juni, Pak Jokowi? Potensi-potensi sel tidur itu terus membuat teror kepada rakyat sipil. Sampai berapa banyak lagi korban berjatuhan, Pak?” timpal Dwiyana_DKM.

“Kenapa mesti tunggu bulan Juni, Pak Presiden yang terhormat? Bukankah teroris sudah mulai beraksi? Lakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara ini. Kami siap mendukung,” lanjut @muktarlim.

“Semakin cepat semakin baik, pak. Agar tidak ada lagi aksi-aksi berikutnya. Kami akan terus mendukung. Laksanakan!” pungkas @KaniaSari2186.

___________________

Artikel Terkait:
Redaksi NP
Reporter Nalar Politik