The Prabowo Show, Panggung Kepalsuan dan Kebohongan

The Prabowo Show, Panggung Kepalsuan dan Kebohongan
Prabowo Subianto | detikNews

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengkhawatirkan munculnya fenomena pertunjukan politik penuh kepalsuan dan kebohongan, berisi narasi fitnah dan prasangka, yang disebut The Prabowo Show.

Grace mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam dan mengingat kembali adegan demi adegan kebohongan The Prabowo Show.

“Juli 2018, Prabowo dua kali melontarkan tuduhan tanpa dasar,” tukas Grace di Festival 11 Bandung, 11 Januari 2019.

Tuduhan pertama, Prabowo menyebut selama lima tahun terakhir, kurang-lebih 50 persen rakyat Indonesia hidupnya tambah miskin. Faktanya: Data BPS menunjukkan bahwa jumlah orang miskin pada Maret 2018 adalah 25,95 juta jiwa, atau 9,82 persen.

“Jumlah orang miskin Indonesia saat ini adalah yang terendah sepanjang sejarah Indonesia Merdeka!” tegas Grace dalam pidato politiknya yang berjudul “Politik Akal Sehat, Politik Kaum Muda”.

Tuduhan kedua yang diungkapkan Prabowo ialah pernyataan bahwa saham Pertamina sebagian sudah dijual. Bahwa Garuda, PLN, dan Perusahaan Gas Negara bangkrut. Bahwa BRI banyak utang. Faktanya: nilai aset BUMN selama tiga tahun terakhir naik tiga ribu triliun rupiah dan tercatat bahwa laba BUMN keseluruhan meningkat terus setiap tahunnya.

“September 2018, Calon Presiden Nomor 02 mengatakan, Indonesia terancam jadi negara miskin selamanya.” lanjut Grace.

Faktanya, sejak 2003, Indonesia sudah masuk negara berpenghasilan menengah. Bahkan diproyeksikan akan menjadi negara berpenghasilan menengah atas pada 2024 nanti.

“Oktober 2018, Prabowo tiga kali berbohong,” tutur Grace.

Pertama, Prabowo mengatakan 99 persen rakyat Indonesia hidup pas-pasan, bahkan sangat sulit. Faktanya: lima puluh dua juta orang atau 22 persen penduduk Indonesia masuk golongan kelas menengah. Bahkan, klaim Prabowo tersebut sudah dibantah oleh Bank Dunia.

Kedua, skandal nasional yang sangat memalukan, yaitu saat foto aktivis perempuan Ratna Sarumpaet dengan wajah penuh lebam beredar.

“Usai menjenguk, Prabowo menyatakan bahwa Ratna Sarumpaet dianiaya dan itu adalah bentuk intimidasi politik yang diarahkan kepada para pendukungnya. Setelah polisi membeberkan fakta kasus ini, akhirnya Ratna mengaku dibisiki oleh setan entah dari mana, sehingga ia berbohong, mengaku dipukuli. Faktanya, muka dia lebam karena operasi plastik!” jelas Grace.

Ketiga, Prabowo melontarkan tuduhan lain dengan menyebut Indeks ketimpangan ekonomi Indonesia mencapai angka 0,454. Faktanya: Per Maret 2018 Gini Ratio berada di angka 0,389.

Grace pun menyebut Prabowo berbohong lagi ketika mengatakan bahwa Indonesia adalah negara miskin seperti Rwanda dan Haiti di Afrika. Faktanya: PDB Haiti dan Rwanda jauh di bawah Indonesia. Ketimpangan dan pengangguran di dua negara itu juga jauh di atas Indonesia.

“Satu hal, Pak Prabowo, Haiti terletak di benua Amerika. Entah kalau Pak Prabowo sudah memerintahkan tim pemenangan untuk memindahkannya ke Afrika!” tukas Grace

Kedua, The Prabowo Show juga membuat gaduh ketika melemparkan tuduhan beracun: bahwa selang cuci darah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dipakai hingga 40 kali. Grace menyatakan, ini tuduhan kosong karena lagi-lagi tak bisa dibuktikan.

Hal ini disampaikan di Festival 11 Bandung yang bertempat di Trans Convention Centre pada Jumat, 11 Januari 2019. Acara dihadiri oleh sekitar 1000 peserta yang terdiri dari pengurus, kader, dan simpatisan PSI.

    Redaksi

    Reporter Nalar Politik
    Redaksi
    Share!