Tidak Semua Pendukung Jokowi Berwatak Bigot

Tidak Semua Pendukung Jokowi Berwatak Bigot
┬ęTwitter

Jokowi terlalu percaya diri bahwa semua pendukungnya akan manggut-manggut dengan langkah-langkah politiknya. Dia keliru. Tidak semua pendukungnya berwatak bigot dan memandang politik secara hitam dan putih, hitam selalu salah dan putih selalu benar. Tidak ada hal seperti itu dalam politik.

Justru banyak dari para pendukungnya berada pada barisannya pada Pilpres lalu karena percaya ia akan membawa perbaikan. Atau minimal secara personal ia tidak berbau Orde Baru, sehingga tidak akan membawa demokrasi Indonesia mundur.

Sikap Jokowi dan pemerintahannya pada RUU KUHP menunjukkan ia tidak berdiri pada posisi berpijak pada pemahaman dan pembelaan terhadap demokrasi secara memadai, yang sudah dibangun dan dirawat dengan cukup baik oleh Presiden Habibie, Gus Dur, Megawati, dan SBY.

Saya senang, haru, dan bersyukur dengan adanya banyak elemen masyarakat yang bersuara deras mengkritik Jokowi dan pemerintahannya akhir-akhir ini.

Bayangkan jika tidak ada suara deras, Jokowi pasti dengan tanpa beban tidak akan meminta penundaan pengesahan RUU KUHP. Jika terjadi, itu mengerikan.

Semoga ini menjadi pelajaran bagi Jokowi untuk lebih banyak belajar tentang nilai-nilai demokrasi apa saja yang tidak boleh dikorupsi dari negeri ini.

Mengetahui dampak apa yang terjadi jika ia tidak bersikap atau terkesan memuluskan segala upaya yang mengarah ke sana, yakni akan sendirian dan hanya bersama pendukung-pendukung fanatiknya yang berwatak sama anti-demokratisnya dengan kelompok fundamentalis kanan berwatak bigot.

Baca juga: