Tradisi Mengaji yang Merusak Masa Depan 

Tradisi Mengaji yang Merusak Masa Depan 
©FB

Mengaji adalah membaca. Kita tahu semua betapa bermanfaatnya tradisi seperti ini bagi perkembangan intelektual di masa depan. Maka kenapa sangat perlu diwariskan kepada generasi setelah kita sejak dini. 

Tapi bagaimana jadinya jika tradisi mengaji sekadar berisi tuntutan mengeja atau melafalkan apa yang tertulis? Bukankah yang lebih penting dari membaca adalah mengetahui atau memahami makna di balik teks? 

Saya mulai sadar, kebiasaan mengaji saya di waktu kecil ternyata berpengaruh besar bagi tradisi membaca saya di kemudian hari. Ini terus membekas untuk waktu yang sangat lama, bahkan sampai sekarang. 

Saya pun mulai menyesali, kenapa dulu annangguru hanya mengajari perkara ejaan. Seolah tidak ada yang lebih penting baginya dari sekadar tahu pelafalan. Salah sedikit langsung tepak. Saya cuma dituntut fokus memperbaiki cara. 

Tidak ada yang lebih sial dari sekadar tuntutan mengaji dengan model begitu. Tanpa pernah sedikit pun memberitahukan makna dari bacaan adalah upaya merusak tradisi membaca anak manusia di masa depan. Dan itu terbukti.

Baca juga:
Latest posts by Maman Suratman (see all)