Tuan dan Puan Polisi, Apa Kabar Kasus Mustofa?

Ini pun dapat diperpanjang maksimal 60 hari jika tersangka menderita gangguan fisik/mental yang berat, atau untuk perkara yang diancam dengan pidana penjara 9 tahun atau lebih (vide Pasal 29 KUHAP).

Dengan kata lain, masa penahanan Mustofa di tingkat penyidikan tersebut ditangguhkan sementara selama Mustofa tidak melanggar syarat-syarat di atas: wajib lapor, tidak keluar rumah, tidak keluar kota.

Maka publik gusar ketika Mustofa bisa jadi narasumber di salah satu stasiun swasta.

Selanjutnya, dalam masa penahanan dan penangguhan penahanan tersebut, apakah Penyidik tidak bekerja? Bila BAP sudah lengkap dan tidak ada pemeriksaan tambahan untuk melengkapinya, mengapa kasusnya tidak dinaikkan ke penuntutan?

Secara teoritis, gugurnya masa penangguhan penahanan di tahap penyidikan ialah ketika sudah ada peralihan tanggung jawab hukum dari Penyidik ke Penuntut Umum, dan itu berarti P-21.

Oleh karena itu, kuncinya ada pada Penyidik. Membiarkan penangguhan penahanan tanpa kejelasan waktu merupakan pelanggaran asas kepastian hukum dan keadilan. Membiarkan status tersangka seseorang selama bertahun-tahun tanpa kejelasan juga merupakan pelanggaran HAM dan keadilan prosedural.

Dalam Integrated Criminal Justice System, koordinasi antara Penyidik dan Penuntut Umum harus dilakukan. Apakah ada persetujuan antara Penyidik dan Penuntut Umum untuk melanjutkan penangguhan penahanan Mustofa?

Semuanya terasa gelap.

Baca juga:

Tuan dan Puan Polisi, bila memang kasusnya dihentikan, katakanlah sejujurnya supaya tidak ada dusta di antara kita. Namun bila kasusnya dilanjutkan, jangan hilangkan wibawa penegak hukum. Apalagi jika pasalnya mirip pasal Ferdinand.

Subjektivitas Penyidik dalam penangguhan penahanan tidak boleh menegasikan objektivitas proses penegakan hukum.

Sesungguhnya, oculi plus vident quam oculus, dua mata menyaksikan lebih banyak daripada satu mata.

*Petrikor Caraphernelia

Warganet
Latest posts by Warganet (see all)