Tubuh

Tubuh
©Unsplash

Berkata tentangmu adalah karam
Di tengah semesta yang masih malu-malu
Menerima dan mencintaimu tanpa
Berubah rupa menjadi pelukis

Berkata tentangmu memanaskan hati
Oleh gemuruh hasrat berapi-api
Terbakar bersama waktu lalu hangus
Menyisahkan model yang bukan dari pabriknya

Kali ini harus dimengerti paham
Pergulatan kata pada debu tanah
Memuntahkan corpus tanpa ampun
Ini gila, bukan?

Tapi hadir begitu gegas bersama waktu
Pulang sendiri melepas waktu
Pembawa noktah untuk dikenang

Nama

Pada permulaan waktu bekerja
Untuk paham yang tak kenal asing
Menimbun aku dia dan mereka
Tempat segala kata berteduh

Sedikit  ingin menyisahkan noktah
Di tengah gugus kemerdekaan
Membayar utang-utang kata
Pembaptis huruf-huruf buta menjadi aku

Aku bahagia dengan adamu
Sekali melekat tanpa syarat
Itu abadi untuk dikenang
Pada bianglala tempat pandu dihantarkan

Cobalah Mengerti

Hari ini hati dan rasa bertempur
Mencari teduh tempat segala resah
Dan risau meniduri bisa tertusuk bisa katamu

Waktu lelah membawa kabar pada kenang
Yang getir termakan arus zaman

Maaf, bukan jadi soalnya, kan?
Itu sudah jadi musiman bagiku
Saat tabah menemaniku
Yang kesekian kali berkelana di dunia lain
Lalu menepi dengan alasan baru

Menjamu raga yang tak mengenal rasa
Cukup ditimbang lalu biarlah berkelana
Berangkali pahamnya masih tidur

Latest posts by Alexander Wande Wegha (see all)