Tuhan Tidak Mengutuk LGBT

Tuhan Tidak Mengutuk LGBT
Getty Image

Ade Armando mengungkap beberapa kajian yang menunjukkan persepsi bahwa agama yang mengutuk LGBT itu salah. Bahkan dianggap sangat berlebihan lantaran diterima sebagai kebenaran hanya karena generasi terdahulu melarangnya.

Hal tersebut Ade ungkap melalui salah satu tulisannya berjudul Soal LGBT: Yang Dilarang Islam Homoseksual atau Sodomi?. Di situ, di tulisan yang sebelumnya terbit di Madina Online ini, ia mengikuti alur ilmuwan Islam terkemuka, Prof. Dr. Musdah Mulia.

“Dia (Musdah) pernah merepresentasikan paper yang kontroversial karena meminta para pengkaji Islam membaca ulang rujukan hukum Islam yang mengharamkan LGBT,” tulis Ade.

“Beberapa poin terpenting yang ketika itu diutarakan Musdah adalah: pertama, tidak ada satu pun ayat Alquran yang mengharamkan LGBT.”

Kedua, tambah Ade, ayat-ayat yang selama ini digunakan sebagai rujukan untuk mengutuk LGBT adalah ayat-ayat Alquran yang bercerita tentang azab Allah terhadap umat Nabi Luth.

“Kaum tersebut digambarkan sebagai kaum yang melakukan pembangkangan dan kedurhakaan, termasuk perilaku seks yang di luar batas dan keji.”

Memang, tulis Ade, ada ayat yang mengesankan bahwa salah satu perilaku seks yang dihujat oleh Nabi Luth adalah perilaku seks gay.

“Namun dalam tafsiran Musdah, sangat mungkin yang sebetulnya dihujat sebagai perbuatan keji tersebut bukan perilaku seks sesama jenis, melainkan praktik sodomi (yang diwakili oleh, misalnya, istilah al-fahisyah dalam al-A’raf, 7:80).”

Dengan demikian, ada dugaan bahwa yang Tuhan laknat bukan LGBT, tetapi perilaku seks yang keji dan di luar batas.

“Salah satu praktik perilaku seks yang masuk dalam kategori ini adalah sodomi. Dengan kata lain, LGBT tidak dikutuk, tapi sodomi dikutuk. Dan sodomi dikutuk bila dilakukan, baik antar-sesama jenis atau dengan lawan jenis.”

Ade Armando pun menegaskan pernyataan Musdah bahwa umat Nabi Luth sama sekali tidak identik dengan kaum homoseksual.

“Dalam ayat-ayat Alquran tersebut, secara jelas diungkapkan bahwa masyarakat tersebut juga melakukan perkawinan pria dan wanita. Dengan kata lain, kutukan terhadap umat Nabi Luth tidaklah identik dengan kutukan terhadap kaum homoseksual.”

Hadis-hadis Nabi Muhammad juga ditunjukkan mengikui pola serupa. Meski sering kali dipandang menghujat mereka yang mengikuti gaya hidup umat Nabi Luth, tetapi tak sekali pun Nabi Muhammad tegas menghujat kaum LGBT.

“Ada satu hadis yang menunjukkan bahwa Nabi pernah memerintahkan hukuman berat terhadap mereka yang melakukan hubungan seks antar-sesama pria. Namun juga ada kesan, yang diancam hukuman berat itu adalah perilaku sodominya.”

Jadi, simpul Ade, Tuhan memang mengutuk kaum Nabi Luth, tetapi itu tidak berarti bahwa Tuhan mengutuk LGBT.

“Yang jelas terlarang adalah penetrasi seks melalui dubur.” [mo]