Ulang Tahun Seorang Ahok

Ulang Tahun Seorang Ahok
Foto: inspirasi.co

Cerita hidup seorang Ahok adalah cerita tentang bagaimana menjadi manusia berani. Bukan berani hanya karena sedang dalam keramaian, tapi berani bahkan saat harus sendiri.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hari ini berulang tahun. Dia terpenjara badannya, tapi pikirannya untuk menebar cinta tertulus kepada negaranya telah menyiram banyak hati dan pikiran. Terpenjara, tapi hidupnya tidak sia-sia.

Bagi saya, ulang tahun seorang Ahok juga menjadi hari perenungan. Bahwa hidup berharga bukan sekadar seberapa baik seseorang berkata-kata, tapi seberapa baik ia membawa manfaat bagi siapa saja dengan apa yang dikerjakannya.

Ulang tahun seorang Ahok juga menjadi pengingat. Hidup yang berarti adalah hidup yang berani. Bukan berani melakukan apa saja untuk diri sendiri, tapi berani mengorbankan apa saja sepanjang itu bermanfaat untuk orang banyak.

Di ulang tahun Ahok juga ada pesan. Hidup yang berharga bukanlah cerita tentang berapa banyak mengumpulkan barang berharga, tapi seberapa banyak bisa memberikan pikiran dan pengabdian berharga.

Seorang Ahok berhasil menularkan keberanian. Berani bertindak, berani melawan, berani mendobrak, ketika di sekelilingnya terbuai perasaan paling dekat dengan Tuhan sementara mereka membiarkan keculasan di mana-mana.

Cerita hidup seorang Ahok adalah cerita tentang bagaimana menjadi manusia berani. Bukan berani hanya karena sedang dalam keramaian, tapi berani bahkan saat harus sendiri.

Ketika di mana-mana menular kepengecutan terbungkus keramaian, Ahok menularkan dalam kesendirian. Keberanian tetap berujung kemenangan walaupun musuh mengira ia tenggelam dalam kekalahan.

Selamat ulang tahun, Ahok. Terima kasih karena dalam ketidaklihaianmu menabur kalimat indah membuai, kau telah membawa pesan yang membangkitkan. Kau bangunkan banyak orang yang tertidur, untuk bekerja dengan mata yang benar-benar terbuka.

Hidupmu berharga. Tidak sia-sia.

___________________

Artikel Terkait:
Zulfikar Akbar