UMKM Paling Dapat Manfaat dari UU Cipta Kerja

UMKM Paling Dapat Manfaat dari UU Cipta Kerja
©Tribun

Nalar Politik – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ternyata adalah sektor yang paling banyak mendapat manfaat dari penerapan UU Cipta Kerja. Sayangnya, seperti dijelaskan Peneliti Ekonomi PT Bursa Efek Indonesia Poltak Hotradero, segmen ini sangat jarang disorot.

“Dampak utama UU Cipta Kerja sebenarnya ada pada FDI (foreign direct investment), DDI (domestics direct investment), dan aktivitas UMKM. Sayangnya, segmen UMKM sangat jarang disorot, padahal segmen ini paling dapat manfaat dari UU Cipta Kerja,” kata Poltak, Minggu (15/11).

Fakta tersebut tentu menjadi kabar gembira mengingat UMKM selama ini merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Bahwa UMKM adalah penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

Diperkirakan Poltak, dengan UU Cipta Kerja, ekonomi Indonesia kuartal IV-2020 bakal tumbuh dan akan menyumbang besar terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini, minimal 5 persen. Kondisi ini diyakini membuat ekonomi Indonesia pulih dari resesi akibat Covid-19.

Ia pun menganggap wajar dengan adanya pertumbuhan ekonomi Indonesia itu. Sebab diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia dihitung berdasarkan posisi pertumbuhan di tahun sebelumnya.

“Karena pada 2020 pertumbuhan ekonomi sempat turun dalam, maka 2021 akan menjadi lebih mudah untuk tumbuh lebih tinggi. Ini juga akan dialami semua negara yang bisa bangkit kembali setelah terkena resesi tahun ini.”

Memang, pertumbuhan ekonomi Indonesia terendah terjadi pada kuartal II-2020 saat pandemi Covid-19 melanda. Ini juga efek langsung dari berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dan berbagai kota besar lainnya.

Meski masih tampak negatif saat memasuki kuartal III-2020, kondisinya mulai terlihat membaik karena masyarakat bisa menyesuaikan diri. Hingga kuartal IV-2020, kondisi berangsur-angsur membaik.

“Kami melihat pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat dengan tahapan perbaikan yang akan ditentukan dengan pengendalian pandemi. Saat ini, sektor rumah tangga dan dunia usaha terlihat masih sangat berhati-hati dalam beraktivitas ekonomi.” [vv]

    Redaksi
    Latest posts by Redaksi (see all)