Umur Ide yang Semakin Pendek

Umur Ide
Ilustrasi: Merdeka

Nalar WargaSekarang umur ide semakin pendek. Tidak ada lagi ide yang menjadi bahan polemik berkepanjangan. Semuanya serba singkat, hampir ejakulatif.

Penyebabnya tiada lain adalah internet, khususnya google. Semua bertanya kepadanya, tidak sempat membaca buku, apalagi buku yang serius.

Karena hanya bertanya kepada google, maka jawabannya pun sepenggal-sepenggal. Akibatnya, jarang sekali ada orang yang mau mempelajari bangunan ide secara keseluruhan.

Bahkan, di dunia akademis, umur ide semakin pendek. Apalagi sejak SBY mendapat gelar doktor, lalu Doktor Anies Baswedan menjadi Gakbener DKI, kepercayaan orang—di Indonesia—terhadap kekuatan ide merosot tajam.

Lalu setelah Doktor Andi Alfian Mallarangen bilang bahwa AHY adalah titisan Soekarno-Hatta, ide terlihat seperti barang rongsokan di pinggir jalan. Mereka yang bergelar doktor itu ternyata tidak menampilkan sama sekali harapan orang terhadap pengaruh ide dalam perilaku seseorang.

Akhirnya ide pada hari ini adalah cuitan-cuitan singkat di media sosial. Hal menguntungkan orang yang tidak bisa menulis panjang seperti Rocky Gerung.

Bermodal kalimat-kalimat pendek—biasanya dipakai buat mbribik cewek—di bawah 150 karakter, dia lalu dianggap profesor. Karena hanya cuitan-cuitan, ide hanyalah sebuah keriuhan yang terus menerus diganti oleh keriuhan yang lain setiap hari.

*Amin Mudzakkir

_____________

Baca juga:
Netizen NP
Pengguna media sosial | Warganet