Untuk Para Pencari Ilmu, Nih Ada Secercah Kiat dari Bro Rian Ernest

Untuk Para Pencari Ilmu, Nih Ada Secercah Kiat dari Bro Rian Ernest
Politikus PSI, Rian Ernest

Nalar PolitikBingung bagaimana cara agar bisa terus menuntut ilmu dalam kondisi (keuangan) yang serba terbatas? Ingin dapat beasiswa tapi tak tahu cara merealisasikannya? Nih ada secercah kiat dari Bro Rian Ernest, politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), untuk kalian para pencari ilmu.

Meski kesannya tampak sederhana, tetapi kiat-kiat dari Bro Rian di bawah ini adalah juga kunci utama. Patut kita teladani.

  • Semangat

Sebagai pencari ilmu, adalah semangat sebagai sikap wajib yang pertama kali harus kita bangun. Artinya, Bro dan Sis jangan pernah mudah patah semangat. Kalau mentok, misalnya, anjur Rian, ya coba lagi, coba lagi, dan coba lagi.

“Ini kata orang-orang tua zaman dulu: kemauan baik pasti bakal menemukan jalannya.”

Bro Rian sendiri punya pengalaman yang terbilang tragis saat jadi pelajar dan mahasiswa. Dalam kondisinya yang dulu serba terbatas, terutama soal keuangan, ia toh tak pernah menyerah barang selangkah pun untuk tetap menggapai cita-cita dan impiannya.

“Dulu, saat masih menjadi mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, saya harus blusukan di Pondok Cina, Depok, demi mencari kos-an yang sesuai dengan budget saya—gak tega untuk nyebutnya lagi. Itu pun bayarnya harus dibantu sama beberapa keluarga dekat.”

Kemudian, saat Bro Rian bekerja sebagai guru di wilayah paling selatan Indonesia, yakni Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, ia semakin sadar bahwa semua orang ingin merasakan pendidikan yang layak. Sayangnya, terang Rian, tidak semua orang bisa beruntung berada dalam kondisi yang memudahkan terwujudnya keinginan serta harapan.

Karena itu, ia pun mengimbau, khususnya bagi para pencari ilmu yang berada dalam kondisi terbatas demikian, agar tetap semangat mengejar mimpi. Sebagaimana yang Rian sendiri pernah alami, sehingga membuatnya tak henti-henti mensyukuri beasiswa yang kini ia dapat di Lee Kuan Yew School of Public Policy, Singapura.

“Beasiswa ini saya dapatkan setelah dua kali ditolak. Andai patah semangat, mungkin akan lain cerita. Jadi, intinya, harus terus bangkit dan belajar dari kegagalan.”

  • Menjadi Diri Sendiri

Adapun dalam penulisan esai beasiswa, gerbang pertama untuk mendapat beasiswa, sikap yang patut dibangun juga adalah menjadi diri sendiri. Kata Rian, cobalah untuk mempercayai kemampuan diri masing-masing. Jangan sekali-sekali meniru gaya orang lain sebab keotentikan adalah kunci utama juga.

“Di dalam esai, tetaplah jadi dirimu sendiri. Jangan mencoba jadi orang lain.”

  • Sederhana

Dan yang tak kalah pentingnya juga adalah menulis esai beasiswa secara apa adanya. Bahwa wujudnya, saran Rian, harus sesederhana mungkin.

“Cerita sederhana yang otentik akan lebih dihargai.”

Nah, Bro dan Sis, tak sulit, kan, mengejar ilmu sebagai pembelajar? Cukup semangat saja, menjadi diri sendiri, dan menampilkan esai beasiswa dalam bentuk yang sederhana tapi otentik.

Sekadar tambahan, kejarlah mimpi dengan sungguh-sungguh. Sebab, kata pepatah, siapa bersungguh-sungguh niscaya akan mendapatkannya. Bahwa proses (yang sungguh-sungguh) tidak akan pernah mengkhianati hasil. Selamat mencoba.

___________________

Artikel Terkait:

    Redaksi

    Reporter Nalar Politik
    Redaksi
    Share!