Untuk Sebuah Kabar

Untuk Sebuah Kabar
©Blogspot

Sajak ini kutulis untuk sebuah kabar
Bahwa kematian telah selesai kutinggalkan
Selebihnya hanyalah kecemasan
Dari dua jalan menuju kenangan dan kerinduan

Pagi mengajariku cara merangkak menelan jarak
Sedang malam mencipta sudut ruang untuk Tuhan
Waktu terus memutar angka-angka yang sama

Hingga ingatan kembali bangkit
Menuliskan kisah perempuan penanam benih keringat
Dan seorang lelaki penyebar penyakit
Ke mana aku mencari
Di hatimu tempat membasuh diri

Di Ujung Senja yang Abadi

Kini, waktu merentangkan detiknya
Melampiaskan segala hal kepada sang surya
Ia tampak gundah, gelisah, bercampur bahagia

Merindukanmu? Mungkin adalah jalan yang ia tempuh
Melihatmu tertawa? Mungkin itu yang ia suka
Memelukmu? Mungkin itu cara ia memberimu kehangatan

Kini, ia menghentikan geraknya
Memberimu hadiah
Hadiah yang terukir indahnya
Terlukis warna jingga keunguan di atasnya
Melambangkan cinta yang teramat besarnya

Ruang Rindu

Terpisah oleh ruang, jarak dan waktu
Juga tanpa ada kabar darimu
Membuat hati ini teramaat rindu
Kutitipkan salam rinduku pada bintang malam
Namun ia tak memberiku balasan

Kusemaikan perasaan rinduku pada lambaian angin syahdu
Ia melenakan perasaanku
Kutempatkan ruang rinduku pada tadahan doa dan sujudku di tengah malam
Ia memberiku harapan ketenangan lewat air mata doa yang temaram

Ruang ini begitu menyesakkan tanpamu
Rindu ini begitu menggelisahkan jiwaku
Ruang rinduku ini begitu menyakitkan
Menusuk hatiku dalam kehampaan

Kembara Rindu

Apa yang bisa ku tulis selain cinta
Maka sudihlah ku haturkan bunga di kelopak mata
Bolehlah ku tuang secawan rindu
Bila telah sampai waktu

Mengisyaratkan debu berpangku ke langit ke tujuh
Dari lorong kepincangan kembara
Tetap ku dekap aroma
Walau dingin telah membinasakan udara
Daun daun mengering

Tidur di sajadah semesta
Ilalang menguning
Di setiap hembusan nafas,
Wajahmu tetap rekah pesona.
Senja datang mempuisikan salammu

Memproklamasikan ayat ayat rindu
Sesingkat kedap menyampaikan gemuruh pada hujan
Seindah pelangi menghiasi
Jejak langkah tak pernah mati
Sebab jantungnya adalah denyut cinta

Latest posts by Lalik Kongkar (see all)