Utak-atik Politik Elite

Utak-atik Politik Elite
Ilustrasi: SindoNews

Laku politik elite di negeri ini memang dan akan selalu jadi misteri.

Nalar WargaKalau review di Mahkamah Konstitusi menerima permintaan electoral threshold, kemungkinan calon presiden jadi banyak, dari Yusril Ihza Mahendra sampai Jokowi. Bila tidak diterima, sulit untuk buat 3 pasang kontestan.

Yang belum dukung Jokowi tinggal PKB, PKS, PAN, Demokrat, dan Gerindra. PKB bargain agar ketuanya jadi cawapres Jokowi. Ini masalah bagi partai lain.

Akhirnya PKB mungkin tetap dukung Jokowi menerima capres kader senior NU. Akhirnya tinggal Demokrat, PAN, dan PKS yang belum punya calon.

Kalau salah satu dari Demokrat, PKS, dan PAN bisa ditarik Prabowo Subianto, maka pasangan ketiga jadi hampir tidak mungkin. Kalau PAN, PKS, dan Demokrat berkoalisi, maka Prabowo gagal nyalon.

Pilihannya, bagi salah satu dari Demokrat, PAN, dan PKS, adalah mendukung Prabowo. Berkoalisi dengan Gerindra tanpa harus Prabowo capresnya. Atau bergabung dengan Jokowi. Atau absen dalam pencalonan seperti dilakukan Demokrat tahun 2014.

Demokrat absen mendukung capres 2014. Pilihan politik diserahkan pada kader masing-masing. Maka ada kader yang dukung Prabowo-Hatta, dan ada yang dukung Jokowi-JK.

Kalau pasangan Prabowo-AHY, PAN dan PKS bisa terima? Rasanya sulit. Kalau Amien-Prabowo, atau sebaliknya, PKS dan Demokrat nampaknya sulit. Kalau Gerindra-PKS, Gerindra-PAN, Gerindra-Demokrat, itu yang lebih mungkin. Akibatnya, 2 lainnya gak kepake.

Kalau Gerindra-Demokrat, kemungkinan PKS buat kejutan dengan bergabung ke Jokowi. Dan mungkin PAN gabung Gerindra-Demokrat daripada gabung Jokowi mengingat tingkah laku Amien Rais yang sulit terima Jokowi.

Tapi mungkin saja Amien hanya naikin bargain. Dan akhirnya PAN gabung juga dengan Jokowi. 2009 dulu Amien keras tolak Boediono, tapi akhirnya gabung.

Kemungkinan lain, Gatot Nurmantyo borong partai-partai itu untuk dukung dirinya. KPK, Kejagung, dan polisi harus cermati ini.

AHY-Anies, atau sebaliknya, mungkin saja di mana PKS dan PAN dukung Demokrat. Logistik ditanggung AHY. Anies mungkin sungkan, takut kalah, dan kursi gubernur lepas. Siapa tahu. Cari aman.

Kalau pengalaman 2014 Demokrat gak dukung Prabowo secara resmi karena Demokrat punya catatan tentang Prabowo yang diberhentikan Dewan Kehormatan Prajurit, tapi ini mungkin gak penting lagi sekarang. Who knows, nafsu politik.

Begitu utak-atik politik elite kira-kira.

*Saiful Mujani

___________________

Artikel Terkait: