UU Cipta Kerja Adalah Investasi bagi Generasi Pelanjut

UU Cipta Kerja Adalah Investasi bagi Generasi Pelanjut
©JawaPos

Nalar Politik – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pengesahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebagai cara paling efektif mendatangkan investasi ke Indonesia.

Kita tahu, industri dalam negeri tidak akan tumbuh jika kemudahan berusaha masih rumit. Inilah yang coba diatasi UU Cipta Kerja, sekaligus akan menjadi investasi yang menjanjikan bagi generasi pelanjut yang akan datang.

“Ini adalah investasi bagi anak-anak kita semuanya. Mau dari industri pangan, mining, elektronik, mau artificial intelligence, medical, otomotif, whatever you say, semuanya itu akan muncul kalau ada capital. Capital hanya akan muncul kalau negara menciptakan lingkungan investasi yang baik,” jelas Menkeu dalam acara studium generale penerima beasiswa LPDP, Senin (2/11).

Sri Mulyani pun menuturkan tentang perlunya pendidikan diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan industri di masa mendatang. Ia menilai sektor pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan untuk menciptakan kegiatan ekonomi yang produktif di Indonesia.

Dalam kesempatan itu juga, Sri Mulyani menawarkan anak-anak muda awardee LPDP memanfaatkan kemudahan berusaha yang terdapat dalam UU Cipta Kerja untuk mewujudkan idenya berwirausaha, bukan hanya mencari kerja. Ia memastikan prosedur pengurusan izin usaha akan mudah dan cepat melalui penerapan kebijakan yang baru.

“Anda nggak perlu repot-repot untuk mita izin ini-itu, keburu ide Anda mati sebelum kegiatan Anda dimulai karena terlalu banyak perizinan.”

Melalui UU Cipta Kerja, Sri Mulyani juga memastikan investasi diarahkan untuk berkelanjutan dan tidak eksploitatif, baik dari sisi tenaga kerja maupun lingkungan. Ia menilai produk hasil industri yang eksploitatif juga tidak akan dibeli oleh pasar. [ddtc]