UU Cipta Kerja Akan Sulap Kawasan Industri Jadi Lokomotif Penggerak Ekonomi

UU Cipta Kerja Akan Sulap Kawasan Industri Jadi Lokomotif Penggerak Ekonomi
©Detik

Nalar Politik – UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja diyakini akan mendongkrak perekonomian nasional. Keberadaannya akan menyulap kawasan industri jadi lokomotif penggerak ekonomi.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Ignatius Warsito. Ia menjelaskan saat ini sudah ada 121 kawasan Industri di Indonesia dan yang dalam tahap kontruksi ada 38 kawasan industri, yang dibarengi pembangunan infrastruktur-infrastruktur pendukung seperti tol, pelabuhan, dan sebagainya.

“Dengan lahirnya UU Cipta Kerja, kawasan-kawasan industri bisa menjadi lokomotif untuk menggerakkan sektor industri maupun pertumbuhan ekonomi kita,” kata Ignatius dalam diskusi bertajuk Pengesahan UU Cipta Kerja dan Implikasinya terhadap KEK dan Percepatan Proyek Strategis Nasional yang digelar FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jumat (4/12).

Ia pun menjelaskan bagaimana pertumbuhan sektor industri pengolahan non-migas pada triwulan III 2020 terkontraksi hingga minus 4,02. Itu berbanding terbalik dengan triwulan III 2019 yang pertumbuhannya 4,68%. Adapun utilitas sektor industri non-migas turun, dari 76,29% pada 2019 menjadi 55,30% pada 2020.

Ignatius kemudian memproyeksi, pada tahun 2021, sektor industri pengolahan non-migas pulih dan bangkit tumbuh positif karena perbaikan iklim investasi dan optimisme utilitas di sektor industri karena disahkannya UU Cipta Kerja.

“Tahun depan diharapkan bisa me-recovery pertumbuhan minus sektor ini. Karena kita melihat kebijakan dan lahirnya UU Cipta Kerja berdampak sangat positif pada iklim investasi maupun optimisme utilitas sektor industri.”

Ini kabar baik mengingat sektor industri menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Sektor industri selama ini memberikan sumbangsih signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional dan serapan pada pekerja. Untuk itu, Kemenperin menyambut baik dengan disahkannya UU Cipta Kerja ini.

“Kementerian Perindustrian sangat mengapresiasi terbitnya UU Cipta Kerja. Karena dengan memudahkan berusaha dan perbaiki iklim investasi akan menyebabkan percepatan penggerakan investasi di sektor industri dan menciptakan lapangan kerja di sektor industri.”

Apalagi saat ini, katanya, akibat dampak wabah Covid-19, ada 9,77 juta angkatan kerja yang menganggur dan sebagian besar pekerja yang dirumahkan (5 jutaan) itu dari sektor industri.

Ia pun membeberkan tiga urgensi dengan dihadirkannya UU Cipta Kerja. Pertama, untuk mendorong penciptaan lapangan kerja; kedua, memudahkan pembukaan usaha baru; dan ketiga, mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi.

    Redaksi
    Latest posts by Redaksi (see all)