UU Cipta Kerja, Angin Segar untuk Reformasi Perekonomian

UU Cipta Kerja, Angin Segar untuk Reformasi Perekonomian
©InfoPublik

Nalar Politik – Kepala Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri menilai UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebagai angin segar. Angin segar ini, menurutnya, untuk reformasi perekonomian Indonesia yang selama ini terbebani oleh berbelit-belitnya regulasi.

“Ini (UU Cipta Kerja) adalah angin segar untuk reformasi perekonomian kita yang selama ini dibebani regulasi yang tidak perlu. Bahkan, (regulasi yang tidak perlu) menjadi sumber-sumber resesi ekonomi.”

Terkait penyusunan hingga pengesahan UU Cipta Kerja, Yose menyebutnya sebagai langkah yang tepat. Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartato dipandang telah mampu mengambil cara yang tepat memulihkan ekonomi nasional.

“Mudah-mudahan, dengan adanya deregulasi yang signifikan dari UU ini, dunia usaha di Indonesia makin meningkat. Saya yakin, kelak, UU ini akan mendorong peningkatan investasi di Indonesia.”

Harapan senada turut disampaikan Peneliti Senior Padjadjaran Inisiatif Slamet Usman Ismanto. Ia mengharapkan pengesahan UU Cipta Kerja bisa menjawab keinginan publik tentang peningkatan daya dorong ekonomi melalui sektor investasi, tata kelola birokrasi, dan peningkatan daya saing global.

“Di tengah kondisi dinamika ekonomi global yang tak menentu, UU Cipta Kerja harus mampu menginjeksi pertumbuhan ekonomi lewat sektor investasi dan membuka seluas-luasnya daya serap tenaga kerja.”

Pada implementasinya ke depan, UU Cipta Kerja juga diharapkan mampu membangkitkan daya saing Indonesia yang selama ini memang terpuruk akibat regulasi dan birokrasi pemerintah yang terlalu rumit yang menjadi penyebab kurangnya daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan utama investasi.

“Butuh kerja sama dari berbagai pihak saat ini untuk dapat kembali bangkit dan mengatasi kondisi pandemi dan memulihkan kondisi ekonomi nasional di tahun depan.”

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Vokasi, dan Kesehatan BPP Hipmi Sari Pramono meyakini, UU Cipta Kerja bisa menjadi solusi bagi angkatan kerja Indonesia. Regulasi sapu jagat ini dinilai akan memudahkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari sisi perizinan.

Selain itu, kemudahan persyaratan perizinan berusaha dan investasi juga diatur. Hal inilah yang menurut Sari akan menciptakan banyak lapangan kerja di mana kesempatan bagi angkatan kerja Indonesia untuk memiliki pendapatan yang layak makin terbuka lebar.

“Kami menilai, UU Cipta Kerja dapat menciptakan iklim investasi dan usaha yang kondusif. Khususnya pada industri UMKM, sehingga bisa bersaing di tingkat global.”

Pihaknya pun berharap UU Cipta Kerja dapat mendorong perekonomian dan investasi melalui penciptaan dan perluasan lapangan kerja.

“Dinamika perubahan ekonomi global memerlukan respons cepat dan tepat. Tanpa reformasi struktural, pertumbuhan ekonomi akan tetap melambat.” [nk]

    Redaksi
    Latest posts by Redaksi (see all)