UU Cipta Kerja Dorong Semangat Kewirausahaan

UU Cipta Kerja Dorong Semangat Kewirausahaan
©Cerita Pengusaha

Nalar Politik – UU Cipta Kerja punya semangat untuk mendorong kewirausahaan di Indonesia. Pengusaha UMKM sangat dibantu oleh kehadiran beleid ini lantaran memberi kemudahan perizinan.

Hal tersebut disampaikan Savira Ayu, pegiat wirausaha muda, melalui kolomnya di Bali Express, Kamis (17/12).

“Omnibus Law UU Cipta Kerja adalah Undang-Undang yang paling kontroversial, karena kelahirannya disambut oleh berbagai demo. Sayangnya, mereka tak memahami esensi dari UU ini, karena punya semangat untuk mendorong kewirausahaan di Indonesia,” jelas Savira.

Di masa pandemi, tilik Savira, banyak orang yang tiba-tiba banting setir menjadi pengusaha. Penyabnya, karena mereka dirumahkan oleh perusahaan, sehingga memilih jalur wirausaha untuk bertahan hidup.

“Mereka berusaha survive dengan berjualan apa saja di media sosial, mulai dari makanan, pakaian, mainan anak, hingga tanaman hias.”

Untuk menyokong kegiatan mereka dan memperbanyak wirausaha lainnya, maka pemerintah meresmikan UU Cipta Kerja pada Oktober 2020 lalu. UU ini, kata Savira, memiliki semangat entrepreneurship karena ada klaster kemudahan berusaha dan klaster UMKM.

“Sehingga rakyat akan makin dimudahkan dalam merintis bisnis dan berdagang dengan baik.”

Savira pun menjelaskan bagaimana pandangan seorang pakar UMKM dari Universitas Padjajaran, Asep Mulyana, yang menilai bahwa UU Cipta Kerja mendukung kewirausahaan karena proses berbisnis jadi mudah dan cepat.

Menurutnya, UU Cipta Kerja dimaksukan Presiden Jokowi sebagai stimulus untuk meningkatkan jumlah pebisnis di Indonesia. Karena sekarang hanya ada 1,5 persen pengusaha dari 200 juta penduduk di Indonesia.

“Jumlah pengusaha ini kecil sekali. Karena di negara lain yang maju, jumlah pebisnisnya lebih dari 5 persen.”

Untuk meningkatkan jumlah wirausaha, sektor pendidikan turut dinilai sebagai jalur utamanya.

“Jadi kurikulum di SMK dan Perguruan Tinggi bisa dimodikasikasi agar lebih banyak pengusaha muda. Dalam artian, bisa ditambah mata kuliah kewirausahaan agar mereka tertarik untuk berbisnis.” [be]