UU Cipta Kerja Jadikan Indonesia Tempat yang Menarik untuk Investasi

UU Cipta Kerja Jadikan Indonesia Tempat yang Menarik untuk Investasi
©The Economic Times

Nalar Politik – Bukan hal mustahil jika kelak UU Cipta Kerja menjadikan Indonesia sebagai tempat yang menarik dan layak untuk orang-orang berinvestasi.

Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro meyakini itu. Menurutnya, upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas ekonomi agar tidak tertinggal dari negara-negara tetangga adalah pertanda bahwa UU Cipta Kerja menjadi sarana utamanya.

“UU Cipta Kerja justru menunjukkan kesiapan pemerintah seandainya ada pemulihan dunia dan Indonesia mampu menjadi tempat menarik untuk investasi,” kata Ari dalam acara Hot Economy di Berita Satu TV.

Jika pemerintah menunda upaya pengimplementasian UU Cipta Kerja, bagi Ari, itu akan membuat investor beralih ke negara-negara yang jauh lebih kondusif iklim usahanya.

“Saat ini, pertumbuhan investasi masih di bawah 8 persen. Hal ini menunjukkan ada yang tidak berjalan dalam perekonomian Indonesia.”

Ia turut mengimbau semua pihak, dalam menyikapi UU Cipta Kerja yang baru disahkan ini, harus ada perubahan pemikiran. Bahwa fokusnya bukan hanya di soal pesangon, melainkan yang utama adalah penciptaan lapangan kerja.

Dengan begitu, kata Ari, Indonesia ke depan benar-benar akan menjadi perhatian utama para investor, tidak lagi hanya dijadikan pasar oleh negara lain.

“Indeks daya saing pasar tenaga kerja Indonesia berada di urutan ke-199 dari 150 negara. Indonesia yang bagus hanya jumlah penduduk dan indikator makronya. Jadi, kita cuma dijadikan pasar oleh negara-negara lain.”