UU Cipta Kerja Siapkan Indonesia Masuk ke Persaingan Global

UU Cipta Kerja Siapkan Indonesia Masuk ke Persaingan Global
©BBC Indonesia

Nalar Politik – 15 November 2020, 15 negara menandatangani The Regional Comprehensive Economic Parthership (RCEP). Ini adalah perjanjian kerja sama ekonomi terbesar dunia. Melibatkan negara-negara ASEAN plus Cina, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru sebagai negara sahabat.

“Melihat kondisi global saat ini, penandatanganan RCEP setelah perundingan selama delapan tahun memancarkan sinar dan memberikan harapan di tengah kondisi suram,” jelas Perdana Menteri Cina, Li Keqiang, seperti dilansir BBC Indonesia (15/11).

RCEP akan menghubungkan sekitar 30 persen penduduk dunia. Kerja sama ini akan menambah pendapatan dunia sebesar 209 miliar dolar AS per tahun dan 500 miliar dolar AS untuk perdagangan dunia pada 2030.

“Ini jelas menunjukkan bahwa multilateralisme adalah cara yang beanr dan mencerminkan arah yang tepat bagi perekonomian global dan kemajuan manusia.”

Asia Tenggara sendiri diperkirakan akan mendulang keuntungan 19 miliar dolar AS setiap tahun pada 2030.

Pemerintah Indonesia tentu tahu peluang keuntungan besar dari kerja sama kawasan ini.

“Penandatanganan ini menandai masih kuatnya komitmen kita terhadap multilateralisme,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Agar mampu bersaing, persiapan dilakukan Jokowi sejak awal. Pembangunan infrastruktur dan reformasi regulasi melalui UU Cipta Kerja merupakan upaya serius menyambut kerja sama perdagangan global seperti RCEP.

Buat apa menjadi peserta pasif dan hanya menjadi pasar bagi komoditas ekonomi negara lain? Kita harus lebih kompetitif menjadi salah satu yang terdepan menggerakkan ekonomi regional dan dunia. [bi]