Video PDI-P Partai Korup Bukan Buatan PSI

Video PDI-P Partai Korup Bukan Buatan PSI
Dok. PSI

Ulasan PersPartai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan bahwa video singkat 1 menit yang menyerang PDI-P sebagai partai korup tidak dibuat dan disebarkan PSI.

“Walau kami memiliki sejumlah perbedaan dengan PDI-P, tidak mungkin kami akan menyerang PDI-P dengan cara seperti itu,” ujar Sumardi, Direktur Kampanye PSI (8 April 2019).

Pernyataan Sumardi ini dikeluarkan terkait beredarnya sebuah video singkat 1 menit yang menyerang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai partai korup melalui media sosial. Dalam video itu, ada ajakan untuk tidak memilih PDI-P karena OTT Kepala Daerah asal PDI-P mencapai Rp5,9 Triliun, jauh melampaui partai-partai lain.

Kemudian video itu menunjukkan bahwa nilai korupsi kader PDI-P tersebut setara dengan biaya kuliah 148 ribu anak, biaya makan 118 juta orang, bayar tagihan listrik 35 juta rumah, dan iuran BPJS 94 juta orang.

Pesan ditutup dengan imbauan untuk mengakhiri penderitaan masyarakat dengan tidak memilih PDI-P.

Nama PSI memang tidak disebut sama sekali dalam video itu. Namun di akhir video, muncul sosok Ketua Umum PSI Grace Natalie, sehingga penonton sangat mungkin mengira bahwa video itu berasal dari PSI.

“Kami sama sekali tidak tahu menahu siapa yang membuat video itu,” kata Sumardi.

Namun ia menduga, ada pihak-pihak yang ingin menjatuhkan PDI-P dengan menggunakan nama PSI mengingat selama ini PSI bersikap cukup kritis terhadap partai-partai lama, termasuk PDI-P.

“Membuat video tanpa nama semacam itu bukan gaya kami,” kata Sumardi. “Kalau kami ingin mengkritik pihak lain, kami akan sampaikan secara terbuka. Kami tidak pernah lempar batu sembunyi tangan.”

Sumardi mengimbau agar semua pihak berpolitik secara sehat.

“Apa susahnya sih berdiskusi dan berdebat secara terbuka?” kata Sumardi. “Jangan saling serang dari belakang. Kita biasakan berargumen secara bertanggung jawab di depan masyarakat.”

Sumardi juga meminta agar pendukung PSI dan PDI-P tidak terjebak dalam upaya memecah belah yang dilakukan pihak ketiga ini.

“Mereka ingin kita pecah. Karena itu, kita justru harus bisa lebih bersatu. Kita sama-sama bangsa Indonesia. Janganlah Pileg ini memecah kita!” pungkas Sumardi.