Viskositas dan Dispersi Massa Demo

Viskositas dan Dispersi Massa Demo
#GejayanMemanggil

Massa sebuah demo ibarat fluida bergerak. Ia dapat berupa larutan, koloid, ataupun suspensi. Viskositas adalah ukuran kekentalan suatu fluida yang menunjukkan besar kecilnya gesekan internal fluida. Ia juga dapat teraplikasikan sebagai parameter kekentalan massa sebuah demo atau unjuk rasa.

Viskositas massa demo adalah gaya gesek antarlapisan massa ketika satu lapisan bergerak melewati lapisan yang lain. Viskositas massa demo merupakan bentuk gaya kohesi sekaligus adesi antarfront. Ia tidak berhubungan dengan gaya tumbukannya terhadap aparat ataupun bagian lain yang berada di luar fluida massa.

Bagaimana memprediksi viskositas massa demo? Tentunya sangat mudah sekali.

Viskositas berhubungan erat dengan dispersi atau karakter massa masing-masing front. Dengan parameter dispersi, front tersebut dapat dibedakan menjadi front suspensi, front koloid, dan front larutan.

Front suspensi paling mudah kita amati, karena karakter identitas dengan berbagai penampakan atribut, lambang, logo, ataupun insignia lainnya yang mudah terbaca. Menurut teori pembenaran sistem, kebanyakan orang termotivasi untuk membenarkan dan mempertahankan sistem sosial, ekonomi, dan politik yang menjadi sandarannya.

Ketika sistem ini kita anggap tak adil, front suspensi terkumpul dengan sendirinya. Suspensi merupakan sistem dispersi yang tidak stabil, sehingga jika diaduk terus-menerus akan mengendap. Untuk mempercepat pemisahan, dapat kita lakukan sentrifugasi dengan menggunakan alat sentrifugator (alat memutar dengan kecepatan tinggi).

Kalau suspensi sesungguhnya, misal campuran air dan pasir, gaya gravitasi akan memisahkan air dan pasir yang mengendap, setelah mendapat perlakuan putaran sentrifugasi. Sedang suspensi massa demo, gaya penariknya adalah aspirasi; sedang alat setrifugasinya—salah satunya yang cukup kuat—adalah amplop uang.

Pandangan lain bisa kita lihat dari sisi psikologi sosial. Seseorang berada bersama atau tergabung dalam kelompok bersama-sama melakukan aksi, maka identitas pribadi mereka akan menghilang, melebur dengan identitas kelompok.

Baca juga:

Karena setiap front mempunyai kebutuhan psikologis yang berbeda, misal 100 orang dapat memprotes karena 100 alasan yang berbeda pula. Dengan kata lain, banyak orang memprotes untuk memenuhi kebutuhan psikologis mereka sambil percaya bahwa mereka memprotes untuk mendapatkan kembali hak-hak mereka.

Tentunya mereka percaya bahwa tindakan atau perilaku yang mereka lakukan bukan lagi menjadi tanggung jawab pribadi, melainkan tanggung jawab kelompok.

Dari front suspensi heterogen yang sudah terpisahkan oleh amplop uang tadi, menjadi dua kelompok yang sangat berbeda. Salah satu yang terbaik adalah menjadi sebuah dispersi larutan yang homogen di mana endapan hasil reaksi suspensi tadi mempunyai ukuran yang sangat kecil sukar terpisah. Hal ini wajib untuk terlibat melakukan apa yang orang-orang lain lakukan di dalam kelompoknya, karena ia adalah bagian dari kelompok.

Sedang residu dari proses setrifugasi tadi menjadi sebuah koloid yang akan mudah tersugesti bila itu menyangkut penilaian ataupun perlakuan negatif pihak luar terhadap kelompoknya. Sehingga tanpa berpikir panjang (berpikir logis ataupun menilai kebenarannya), saat terprovokasi, akan menjadi lebih mudah untuk tersulut emosinya dan melakukan tindakan impulsif agresif yang anarkis tentunya.

Emosi marah dan takut adalah emosi dasar utama yang dirasakan oleh kelompok kedua yang merupakan residu disebut front dispersi koloid, suatu campuran berukuran koloid (fase terdipersi/yang telah dipecah), tersebar secara merata di medium pemecah, semisal amplop uang.

Contoh penguraian koloid dalam kehidupan sehari-hari adalah: susu dan santan. Maka dari itu, front penguraian koloid dalam sebuah fluida demo adalah massa yang mudah basi!

Analisis klaster (cluster analysis) yang sering disajikan dalam menilai viskositas dan dispersi massa demo cukup mewakili karakter masing-masing dispersi dalam sebuah citra klaster. Seperti yang Drone Emprit (DE) lakukan, secara citra visual memang mendekati nilai ideal. Tetapi, tiap klaster tersebut tidak bisa terungkap alat setrifugasinya atau alat pemercepat pemisahan massa demo tadi.

Drone Emprit (DE) hanya sebagai penyaji sifat arbitrer (manasuka) sebuah citra atau penengah yang muncul di antara dua atau lebih klaster pada peta SNA (Social Network Analysis). Saya pribadi cukup menyangsikan analisis berdasarkan klaster peta SNA.

Baca juga:

Bagiku, lebih suka mengamati tanpa menggunakan kaitan atau interdependen yang biasa terpakai dalam analisis baris. Analisis baris ini tergantung Interdepends Techniques sering orang sebut “Q factor analysis” yang lebih bertujuan mengelompokkan isi variabel.

Pilihan pengamatan massa demo dengan menggunakan pendekatan dan analogi viskositas dan dispersi sepertinya lebih reliabel.

Mungkin pembaca bertanya: seperti apa sih pendekatan viskositas dan dispersi massa demo itu? Salah satunya dengan menggunakan analisis endurance dan pelacakan harian.

Artinya, kita pakai analisis kolom yang menitikberatkan pada penilaian harian. Membaca tulisan, komentar, postingan, dan sejenisnya merupakan lacak kolom yang efektif untuk menentukan sebuah viskositas dan dispersi sebuah massa demo.

Atribut, menurut saya, tidak selalu mewakili analisis baris. Viskositas dan dispersi massa demo lebih mudah terdeteksi dengan pengamatan atribusi harian yang panjang dan melelahkan dari sebagian person-person yang terlibat dalam fluida massa demo.

    Yudho Sasongko
    Latest posts by Yudho Sasongko (see all)