Viva Tak Pantas Jadi Media Berita

Viva Tak Pantas Jadi Media Berita
©FB

Nalar Politik – “Viva tak pantas jadi media berita,” tegas Maman Suratman saat dikonfirmasi mengenai tulisannya yang merespons judul berita Viva bertajuk Wiranto Dikabarkan akan Ditusuk Orang Tak Dikenal di Banten.

Penulis sekaligus Editor Qureta ini menyayangkan judul berita Viva yang tidak sesuai isi. Dengan judul seperti itu, menurutnya, terindidasi bahwa Viva sedang melakukan kerja-kerja di luar nalar media yang mestinya mengedepankan keakuratan.

“Perhatikan judul berita Viva tentang kasus Wiranto ini. Apa maksud kata ‘akan’ di sana?” tulisnya dengan screenshot berita terkait, Kamis (10/10).

“Ada 3 kemungkinan: 1. Framing; membelokkan fakta. 2. Click bait; menjebak pembaca. 3. Rakus; framing sekaligus click bait. Masih mau jadikan Viva sebagai media berita? Viva tak pantas.” tambahnya.

Terlepas kemudian ada yang menyebut kasus penusukan Menkopolhukam Wiranto itu adalah sinetron atau rekayasa, tetapi bagi Mahasiswa Filsafat UIN Yogyakarta ini, tidak bisa ditegaskan pasti. Sebab, tanpa data, tanpa fakta-fakta yang jelas, adalah hoaks.

“Masalah sinetron atau rekayasa, itu perkara lain. Ini soal tanggung jawab Viva sebagai media siber. Memberi judul tetapi dengan isi yang berbeda? Media sampah!” pungkasnya. [fa]

Klarifikasi Viva

Usai beritanya viral dengan judul yang menyesatkan, Viva pun melayangkan klarifikasi. Isi penjelasannya termuat di paragraf akhir berita yang berjudul Wiranto Ditusuk Orang tak Dikenal di Banten.

Berikut penjelasan lengkapnya yang juga telah dikategorikan oleh Kominfo sebagai “Disinformasi”:

Musibah yang menimpa Menkopolhukam Wiranto di Banten cukup mengejutkan semua pihak.

Kami dari pihak redaksi Viva sempat membuat kekeliruan dalam judul berita yang dipublikasikan Kamis, 10 Oktober 2019. Pasalnya, saat itu, informasinya masih simpang siur, maka kami menyebut dalam judul ‘dikabarkan’.

Dalam berita tersebut juga kami tak sengaja menulis kata ‘akan’. Seharusnya judul berita tersebut adalah ‘Wiranto Dikabarkan Ditusuk Orang Tak Dikenal di Banten’. Berita ini diturunkan setelah peristiwa penusukan, bukan sebelum.

Oleh karena itu, judul berita tersebut telah kami ganti dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanan para pembaca sekalian. [vi]

Baca juga: