VIVA Tampilkan Foto Ini untuk Berita Duka, Jurnalis: Media Biadab

VIVA Tampilkan Foto Ini untuk Berita Duka, Jurnalis: Media Biadab
©Antara Foto

Nalar Politik – Seorang jurnalis bernama Zulfikar Akbar mengecam keras tindakan VIVA yang menampilkan foto di atas sebagai ilustrasi berita dukanya. Ia mengecam lantaran foto tersebut terindikasi sebagai senjata penyeret publik ke arena pertikaian.

“Ada indikasi media tersebut memanfaatkan seseorang yang sudah meninggal, dan menyeretnya untuk sebuah pertikaian publik. Di sinilah VIVA berlebihan. Suasana duka tidak sepatutnya ditunggangi untuk hal-hal bermuatan perselisihan dan perbedaan,” kicaunya via @zoelfick.

Menurut Founder Tularin ini, tidak semua orang harus suka Jokowi. Namun cara media VIVA menjadikan foto itu untuk sebuah berita duka sangat tidak pantas.

“Dalam jurnalistik, foto dengan berita mesti saling mengisi; saling menguatkan antara isi berita dengan foto. Dengan foto begini, VIVA bukan sedang menunjukkan duka, namun memanfaatkan almarhum Pak Habibie untuk memantik pesan negatif.”

Sebagai media, yang terikat oleh etika serta membawa nama pilar keempat demokrasi, mestinya ia bisa lebih beradab dalam mengangkat sebuah berita duka.

“Orang-orang non-media pun paham, bahwa sebuah karya foto di sebuah media dicantumkan buat apa. Ini sekelas VIVA masih saja menyisipkan foto tersebut untuk sebuah kabar duka. Kalau memang disengaja, maka kalian bahkan pantas disebut sebagai media biadab.”

Kompasianer of the Year 2017 tersebut menilainya demikian lantaran dalam keadaan duka, berkabung, masih saja memanfaatkan situasinya untuk menyeret publik ke kondisi yang masih memanas gara-gara perbedaan politik.

“Jangan sampai kemudian muncul pandangan publik, VIVA begini semata-mata mengabdi pada Bakrie. Lalu lupa untuk bisa tetap bersikap manusiawi.” [tw]

*Catatan: setelah menelusuri sumber terkait, foto tersebut ternyata sudah diganti dengan foto yang lain.

Baca juga: