Wanita yang Melukis Kisah Kelam Harapanku

Wanita yang Melukis Kisah Kelam Harapanku
©Hipwee

Wahai engkau, wanita yang pernah kurindukan
Bunga cinta yang kau tanam kini layu seiring dengan kepergianmu
Dulu manis sempat kunikmati, dan kini pahit menjadi hal yang dinikmati

Tampaknya kau tak lagi seindah senyummu yang mengusik segala rinduku
namun menjadi api yang membakar segala harapanku
Kasih yang pernah kau riak-riak telah hanyut dalam keheningan
Lalu kau ciptakan lubang kedengkian yang mendalam
Yang menyebabkan hatiku hancur berkeping-keping

Pergilah
Sebab semuanya tak lagi seindah dahulu
Tak semanis kasih yang pernah dinikmati
Hatiku telanjur hancur berkeping-keping

Bertahun-tahun, berbulan-bulan, dan berminggu-minggu
Bahkan sejam, semenit, dan sedetik tak kulewati
Aku sibuk menata kembali pecahan-pecahan kecil itu
Namun sisa-sisa kecil yang hanyut terbawa angin
Tak ditemukan kembali
Hatiku tak lagi utuh untuk memilihmu

Arora

Arora
Malamku tak lagi asyik dan menarik
Sebagaimana kasihmu padaku
Malamku tak lagi rama
Sebagaimana lantunan halus suaramu

Riak-riak rinduku padamu selalu menggema dalam naluriku
Aku merindumu bukan dengan kata rindu
Aku merindumu dengan rasa rindu

Wanita Pujaan

Wahai engkau wanita yang kudambakan
Aku jatuh cinta padamu
Di saat mataku mempertemukan wajahmu
Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau,
Bagaikan emas matamu, membuatku jatuh hati padamu

Wahai wanita pujaanku
Aku terpikat padamu
Di saat pandangan pertama
Betapa cantik, betapa jelita engkau,
hai tercinta di antara segala yang ku cintai
Kemolekan pipihmu membuatku terpesona
Kejapan matamu mendebarkan hatiku

Dinda

I

Kepadamu Dinda, wanita pujaanku
Bangunlah sebab hari telah berlalu
Cukupkanlah mimpimu
Biarkanlah malam yang melanjutkan segalanya
Sebab rinduku telah menggebu dan ingin berjumpa denganmu

II

Masih tentangmu Dinda, kekasihku
Bangunlah
Mentari telah memancarkan kasihnya kepada semesta
Aku pun ingin engkau seperti mentari
Yang memancarkan kasih kepadaku
Dengan pelukan hangat yang mesra

Dinda, kekasihku
Mari kita memulai bersama pagi ini dengan kasih
Hingga harimu dan hariku hari ini menjadi kenangan manis kelak
Di saat ragaku dan ragamu tak lagi berpelukan mesra dalam kasih

    Jordi Sahat
    Latest posts by Jordi Sahat (see all)